SURABAYA –
**Borneonews - Lamongan**, Kepala Bidang Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Hendro Setyo Budi, menginformasikan bahwa produksi ikan tangkap di wilayahnya telah mencapai angka 33.883 ton. Angka tersebut sudah mencakup 41,51 persen dari target yang ditetapkan untuk periode Januari hingga Juni. Pada tahap awal tahun, yakni sepanjang semester pertama, produksinya hampir menyentuh 50 persen dari target yang diharapkan. Hal ini diungkapkannya dalam suatu pernyataan di Lamongan, Jawa Timur, baru-baru ini. Hendro menjelaskan bahwa data mengenai hasil produksi ikan tangkap tersebut diperoleh dari Dinas Perikanan yang melakukan pengamatan di lima Tempat Pelelangan Ikan (TPI). TPI tersebut terdiri dari TPI Lohgung, Labuhan, Brondong, Kranji, dan Weru. Sebagai rincian, produksi perikanan laut tercatat sebanyak 31.716 ton dari target yang ditetapkan, sedangkan untuk Perikanan Umum Darat (PUD) mencapai angka tertentu yang masih di bawah target 3.216 ton. Selain itu, Hendro mengungkapkan bahwa pada awal semester ini, para nelayan menghadapi beberapa tantangan, terutama terkait dengan penurunan harga ikan. Hal ini, menurutnya, berdampak langsung pada produktivitas aktivitas perikanan yang dilakukan oleh para nelayan. Namun, situasi mulai menunjukkan perbaikan. Pada bulan Juli, harga ikan dilaporkan telah stabil, dan nelayan mulai kembali aktif melaut. Hendro optimis bahwa target produksi ikan tangkap dapat tercapai dalam rentang waktu dari Juli hingga akhir tahun, mengingat biasanya musim pemuncak tangkapan ikan terjadi pada semester kedua. Lebih jauh, potensi kemaritiman dan produksi ikan laut di Kabupaten Lamongan terus didorong melalui penyelenggaraan berbagai *event* seperti Festival Gandrung Rajungan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi sumber daya laut daerah tersebut. Tidak hanya fokus pada produksi, masyarakat Lamongan juga berhasil mengolah hasil tangkapan menjadi berbagai produk *sea food* atau makanan laut yang beraneka ragam. Di antaranya adalah Kare Rajungan, ikan asap, keripik ikan, hingga tepung ikan, yang tentunya meningkatkan nilai tambah bagi hasil laut tersebut. Selain itu, dalam berbagai acara yang diselenggarakan, keterlibatan ratusan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal menjadi sorotan, sehingga memperkuat kualitas dan nilai dari produksi ikan di kawasan Lamongan. ANTARA