JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melaporkan penyaluran kredit untuk segmen *consumer* mencapai Rp132,7 triliun pada semester pertama tahun 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 15,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau dalam istilah *year on year* (YoY). Menurut BNI, pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pada produk *personal loan* dan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang juga dikenal dengan istilah *mortgage*. Secara terpisah, pinjaman gaji (*payroll loan*) dan KPR masing-masing tumbuh 17 persen dan 12,6 persen YoY. Dalam konferensi pers di Jakarta, Direktur Retail Banking BNI, Corina Leyla Karnalies, menyatakan bahwa BNI telah mengukuhkan posisinya yang kuat di industri. Untuk produk-produk utama seperti KPR, *personal loan*, dan kartu kredit, BNI berhasil menduduki peringkat ketiga dan keempat di sektor perbankan. Corina menyampaikan ambisi untuk semakin memperkuat posisinya dalam segmen ini, serta menjadikan layanan *consumer banking* sebagai pilihan utama bagi masyarakat. Melalui program transformasi yang tengah dijalankan, BNI berfokus pada penajaman bisnis dan perbaikan proses operasional. Hal ini bertujuan agar segmen *consumer* dapat menjadi pilar pertumbuhan yang kedua setelah sektor korporasi. Corina menyebutkan bahwa segmen *consumer* BNI telah mengalami pertumbuhan rata-rata 12 persen per tahun sejak tahun 2020, yang lebih baik dibandingkan pertumbuhan rata-rata kredit perbankan secara keseluruhan yang tercatat 8 persen per tahun pada periode yang sama. Menurut Corina, salah satu faktor penentu pertumbuhan yang signifikan dalam segmen *consumer* adalah optimalisasi bisnis melalui ekosistem nasabah korporasi dan penguatan kemitraan dengan *top developer* di Indonesia. Pencapaian BNI dalam segmen ini juga tercermin dari meningkatnya *ticket size* kredit KPR, di mana rata-rata nilai KPR per debitur melonjak 1,5 kali lipat dari Rp558 juta pada tahun 2020 menjadi Rp782 juta pada Juni 2024. Corina menegaskan bahwa tren ini menunjukkan penyesuaian segmen nasabah KPR BNI menuju pelanggan dengan kapasitas kredit dan kemampuan pembayaran (*repayment capacity*) yang lebih baik. Dia juga menyoroti pergeseran profil nasabah untuk *payroll loan*, yang didominasi oleh pegawai dengan penghasilan tetap dari instansi pemerintah dan perusahaan swasta. Ke depan, BNI berkomitmen untuk memperkuat proposisi bisnis *consumer* mereka sebagai *lifetime banking partner*. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyelenggarakan BNI Expo, sebuah pameran tematik yang berlangsung pada tanggal 2 hingga 4 Agustus 2024 di ICE BSD, Tangerang. Corina melaporkan bahwa acara ini berhasil menarik perhatian masyarakat, dengan total pengunjung mencapai lebih dari 71 ribu orang selama tiga hari. BNI Expo menghadirkan 22 *top developer*, 24 merek otomotif terkemuka, 14 agen perjalanan, 5 maskapai penerbangan, dan lebih dari 70 pengecer. Pameran ini juga menawarkan berbagai promosi produk *consumer* serta fasilitas pembiayaan kecil dari BNI, ditambah solusi keuangan dari anak perusahaan dan layanan digital yang memudahkan nasabah. Corina menambahkan bahwa BNI Expo 2024 memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan pasar, dengan total transaksi yang dicapai melebihi Rp1,5 triliun. Ia menegaskan pentingnya keberlanjutan acara semacam ini untuk semakin memperkuat posisi BNI dalam sektor perbankan ritel di masa depan. ANTARA