MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Transformasi yang dilakukan oleh Bank BTPN setelah melakukan merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) pada Februari 2019 telah menunjukkan hasil yang signifikan. Saat ini, bank tersebut mampu menjangkau sebanyak 6 juta nasabah yang tersebar di seluruh jaringan BTPN, baik dalam layanan konvensional maupun syariah. Hingga bulan Juni 2024, Bank BTPN telah mengoperasikan hampir 500 kantor beserta fasilitas Automated Teller Machine (*ATM*) yang siap melayani para nasabahnya. Di sisi lain, BTPN syariah juga memanfaatkan sekitar 1.600 jaringan kantor, *ATM*, serta mobile marketing syariah untuk meningkatkan akses layanan keuangan bagi masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Andrie Darusman, Head of Communications and Daya Bank BTPN, dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Makassar. Langkah strategis ini memungkinkan Bank BTPN untuk lebih dekat kepada nasabahnya, serta memahami kebutuhan mereka dengan lebih baik. Di samping itu, OTO Group yang telah beroperasi membantu nasabah dalam bidang pembiayaan, kini tercatat memiliki 417 kantor OTO dan PT Summit Oto Finance (SOF) per akhir Juni 2024. Bangkitnya OTO Group semakin diperkuat dengan akuisisi oleh Bank BTPN pada Maret 2024, di mana bank ini berhasil mengambil alih 51 persen saham OTO Group. Langkah ini bertujuan untuk meraih peluang pertumbuhan dalam pasar pembiayaan kendaraan roda empat dan roda dua di Tanah Air. Kolaborasi antara Bank BTPN dan OTO Group mencakup berbagai pembiayaan bersama, perluasan ekosistem dengan memanfaatkan jaringan cabang Bank BTPN di Indonesia, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan yang dijalankan secara bersama-sama. Melalui kolaborasi ini, Bank BTPN berambisi untuk memperluas basis pelanggan OTO Group dan meningkatkan kualitas kehidupan finansial masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Dari segi kinerja keuangan, Bank BTPN menunjukkan pencapaian yang positif di Semester I Tahun 2024 meskipun tetap menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Bank ini terus berupaya mengembangkan layanan keuangan yang komprehensif dan inovatif, dengan fokus pada keberlanjutan. Dalam periode Januari hingga Juni 2024, Bank BTPN mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 22 persen year-on-year (*yoY*) sehingga mencapai angka Rp235,8 triliun, dan total penyaluran kredit meningkat 19 persen (*yoY*) menjadi Rp176,2 triliun. Merger dan akuisisi terhadap OTO Group berkontribusi besar terhadap pertumbuhan kredit dan aset yang dicapai oleh Bank BTPN, terutama dalam mendukung mobilitas masyarakat Indonesia. Di sisi lain, pendapatan bunga bersih bank juga mengalami kenaikan sebesar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai hampir Rp7,0 triliun, dengan *net interest margin* (NIM) meningkat menjadi 6,41 persen meskipun suku bunga tetap tinggi saat ini. Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata dari upaya dan inovasi yang diterapkan oleh Bank BTPN dalam menghadapi tantangan di sektor ekonomi, serta mendorong pertumbuhan yang signifikan di masa depan. ANTARA