**Borneonews - Jakarta**, Penerapan teknologi *blockchain* dalam sektor industri pertambangan telah diakui sebagai suatu langkah yang sangat menguntungkan. Edi Permadi, seorang pakar di bidang pertambangan dan juga menjabat sebagai Presiden Direktur di PT J Resources Asia Pasifik (PSAB), menyampaikan pendapatnya mengenai manfaat yang ditawarkan oleh teknologi ini bagi industri pertambangan, khususnya di Indonesia.
Indonesia, yang dikenal dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, tengah berada di jalur transformasi digital. Dalam konteks ini, industri pertambangan emas menjadi salah satu bidang yang dapat memanfaatkan teknologi *blockchain*, seperti yang diungkapkan oleh Edi dalam sebuah keterangan di Jakarta.
Secara sederhana, *blockchain* dapat diartikan sebagai sistem database yang memiliki kemampuan untuk menyediakan informasi secara transparan dan efisien dalam sebuah jaringan bisnis. Dengan memanfaatkan *blockchain* bersamaan dengan teknologi Internet of Things (IoT), Edi meyakini bahwa Indonesia dapat mengembangkan infrastruktur yang memungkinkan pelacakan yang jelas dan aman dalam seluruh kegiatan penambangan.
Edi menjelaskan bahwa ada banyak keuntungan yang dapat diambil dari integrasi teknologi *Web 3* dan IoT dalam operasi pertambangan, yang mencakup aspek transparansi dan keamanan data. Menurutnya, menggunakan *blockchain*, setiap transaksi serta aktivitas dalam rantai pasokan emas, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga penjualan, dapat dicatat dengan cara yang aman dan tidak dapat diubah. Hal ini menjamin transparansi data dan memastikan aksesibilitas bagi pihak-pihak yang berwenang.
Satu lagi aspek penting adalah kemampuan untuk melacak otentikasi produk dari hulu ke hilir. Dengan teknologi IoT, sensor yang terpasang di berbagai tahapan penambangan akan mampu mengirimkan data secara real-time ke sistem *blockchain*. Edi menerangkan bahwa setiap langkah dalam proses penambangan, mulai dari pengadaan bijih emas hingga proses produksi dan distribusi, dapat ditelusuri kembali ke sumber asalnya. Ini sangat penting untuk memastikan legitimasi serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Melalui teknologi yang saling terintegrasi, Edi juga menambahkan bahwa operasi dan produksi di sektor tambang dapat dioptimalkan melalui analisis data yang lebih akurat dan sistem yang lebih terintegrasi. Ini tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga mengurangi risiko yang berhubungan dengan tindakan penipuan dan kegiatan ilegal.
Dengan demikian, Edi menegaskan bahwa sudah saatnya industri pertambangan di Indonesia untuk mulai memanfaatkan teknologi *blockchain* dalam proses operasional mereka. Dia menyatakan, "Akan ada banyak manfaat yang dapat diperoleh, terutama dalam hal transparansi. Tentunya implementasi sistem ini harus menjunjung tinggi praktik bisnis yang berkelanjutan."
ANTARA
Penerapan teknologi blockchain dalam industri pertambangan emas di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
573 Personel Dikerahkan Dalam Operasi Patuh Telabang 2026
Hujan Deras Guyur Sejumlah Lokasi di Taman Nasional Tanjung Puting
Sukardi Gau: Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu di Tengah Keberagaman, Kalteng Punya 30 Bahasa Daerah
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Semarak Bulan Bahasa Digelar Serentak di 30 Balai Bahasa, Kalteng Angkat Seni dan Sastra
Shin Tae-yong Bersimpati Terhadap Pelatih Super League yang Dipecat
Komentar (0)
Memuat komentar…







