**Borneonews - Medan**, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) baru saja meluncurkan Gerakan Kesetiakawanan Sosial Serentak se-Sumut. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat penanganan masalah kemiskinan di wilayah tersebut.
Penjabat Gubernur Sumut, Agus Fatoni, mengungkapkan bahwa program ini merupakan wujud komitmen dari pemerintah serta pemangku kebijakan yang terkait, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Menurutnya, kesetiakawanan sosial yang diusung dalam gerakan ini diharapkan mampu mempersatukan langkah semua pihak untuk secara konsisten bekerja demi perbaikan taraf hidup masyarakat.
Agus Fatoni menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor dalam usaha mengatasi kemiskinan ekstrem dan membantu Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Kerjasama yang sinergis tersebut diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program-program penanganan kemiskinan.
Gerakan ini akan melibatkan berbagai elemen, termasuk pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan sektor swasta. Dengan kolaborasi menyeluruh, diharapkan semua kegiatan sosial dapat dijalankan secara terkoordinasi, sehingga hasilnya menjadi lebih efektif dan efisien.
"Penerapan semua potensi yang ada untuk bersama-sama menjalankan gerakan ini secara serentak akan memberikan dampak yang lebih positif," kata Agus. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan bersama, seperti program bedah rumah, dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai berapa banyak rumah yang telah dibedah serta lokasi-lokasinya.
Dalam acara peluncuran ini, Agus Fatoni juga menyerahkan berbagai bantuan kepada kelompok yang membutuhkan, seperti anak yatim, fakir miskin, penyandang disabilitas, dan mantan penderita kusta. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok, peralatan untuk penyandang disabilitas, alat sekolah, serta modal usaha.
Kepala Dinas Sosial Sumut, Asren Nasution, menambahkan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat memerlukan perhatian dari semua pihak. Dia mencatat bahwa secara kuantitatif, angka kemiskinan di Sumut telah mengalami penurunan. Pada tahun 2023, kemiskinan tercatat sekitar 8,15 persen. Dengan dukungan yang terus mengalir, diproyeksikan pada Maret 2024 angka tersebut akan menurun menjadi 7,99 persen, jauh lebih rendah dibandingkan angka nasional yang mencapai 9,03 persen.
Untuk memastikan upaya penurunan angka kemiskinan berlanjut, pihak Dinas Sosial akan terus melakukan berbagai langkah proaktif. Asren menyatakan, bantuan yang direncanakan akan terus disalurkan hingga Desember 2024, dengan target 5.000 paket kebutuhan pokok, 500 alat bantu untuk penyandang disabilitas, dan 1.000 peralatan sekolah. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
ANTARA
Sumut Luncurkan Gerakan Kesetiakawanan Sosial untuk Atasi Kemiskinan
Bagikan:

MEDAN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Komentar (0)
Memuat komentar…







