JAKARTA –
**Borneonews - Seoul**, Korea Selatan mengharapkan bahwa pemerintahan baru Amerika Serikat (AS) akan menjadikan denuklirisasi Korea Utara sebagai prioritas utama. Harapan ini disampaikan oleh Menteri Unifikasi Korea Selatan, Kim Yung-ho, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada hari Kamis. Kim Yung-ho menekankan pentingnya evaluasi kembali kebijakan AS terkait Korea Utara, terlepas dari partai mana yang memegang kekuasaan. Ia menyatakan, "Kami sangat berharap bahwa, melalui proses ini, denuklirisasi Korea Utara yang menyeluruh dan tidak dapat diubah akan diakui sebagai prioritas dan tujuan utama dalam kebijakan yang dijalankan oleh AS." Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Korea Selatan berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah AS dalam melanjutkan misi tersebut. "Posisi kami jelas. Kami menginginkan denuklirisasi Korea Utara secara menyeluruh," tegasnya. Namun, situasi terkini menunjukkan tantangan bagi harapan tersebut. Pada Selasa, 20 Agustus, dilaporkan oleh kantor berita Yonhap bahwa Partai Demokrat di AS telah menghapus tujuan denuklirisasi Korea Utara dari platform kebijakan mereka. Keputusan ini diambil selama Konvensi Nasional Demokrat yang berlangsung di Chicago pada 19 Agustus, di mana delegasi menyetujui platform tanpa menyebutkan tujuan denuklirisasi. Hal ini sangat kontras dengan platform tahun 2020 yang mencakup komitmen Washington terhadap denuklirisasi Pyongyang. Israel menegaskan taruhan besar terkait isu ini, di mana keberhasilan denuklirisasi tidak hanya penting bagi keamanan regional, tetapi juga bagi stabilitas global secara keseluruhan. Upaya untuk menciptakan dialog dan kolaborasi yang konstruktif antara Korea Selatan dan Amerika Serikat terus diharapkan demi mencapai hasil yang diinginkan. ANTARA