PADANG –
**Borneonews - Padang,** Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengumumkan bahwa pemerintah daerah kembali melakukan ekspor ikan kerapu sebanyak 11 ton ke Hong Kong dengan nilai total mencapai Rp2 miliar. "Kami hari ini melanjutkan kegiatan ekspor ikan kerapu ke Hong Kong yang memiliki nilai total sebesar Rp2 miliar," ungkap Gubernur Mahyeldi saat memberikan keterangan di Padang pada hari Kamis. Selama tahun 2024, Provinsi Sumatera Barat telah melaksanakan ekspor ikan kerapu sebanyak dua kali ke tujuan yang sama. Ke depan, pemerintah bersama para eksportir ditargetkan untuk meningkatkan volume ekspor, dengan sasaran minimal mencapai 15 ton ikan kerapu yang dapat dikirim ke luar negeri. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah provinsi berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada pembudidaya ikan kerapu melalui pelatihan dan bantuan dalam proses pembibitan. Gubernur Mahyeldi percaya bahwa potensi sektor budidaya kerapu di Sumatera Barat masih sangat besar dan dapat ditingkatkan lebih lanjut. Ekspor ikan kerapu yang bernilai Rp2 miliar ini merupakan bagian dari program *Merdeka Ekspor* yang digagas oleh pemerintah pusat. Selain itu, Sumatera Barat juga telah sebelumnya mengekspor kulit manis ke Amerika Serikat dan gambir ke India. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Reti Wafda, menyampaikan bahwa saat ini ada enam hingga tujuh kelompok pembudidaya ikan kerapu yang beroperasi di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Mentawai. Walaupun demikian, pemerintah daerah menilai bahwa kelompok budidaya ini masih perlu pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan nilai ekspor dari Provinsi Sumatera Barat serta mempercepat pertumbuhan ekonomi. Di samping itu, peningkatan volume ekspor ikan kerapu ke Hong Kong diharapkan akan membawa dampak positif terhadap nilai tukar petani di Sumatera Barat yang saat ini tercatat masih di angka 123. Meskipun terbilang rendah, angka tersebut tetap berada di atas rata-rata nasional. ANTARA