**Borneonews - Denpasar**, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat bahwa penurunan penjualan kendaraan bermotor pada tahun 2024 berpotensi berdampak negatif terhadap pendapatan premi di sektor asuransi kendaraan. Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menegaskan bahwa estimasi penurunan itu mencapai hampir lima persen untuk total premi pada kuartal kedua tahun 2024.
Perlambatan ini diperkirakan disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk adanya perubahan dalam cara pembelian kendaraan yang kini lebih banyak dilakukan melalui sistem *inden* atau pemesanan terlebih dahulu. Selain itu, kebijakan terkait transisi ke kendaraan listrik juga turut berperan dalam situasi ini. Masyarakat tampaknya masih menunggu kepastian dari pemerintahan baru mengenai ketersediaan kendaraan, karena saat ini pembelian lebih banyak dilakukan dengan cara *inden*. Mereka juga mempertimbangkan apakah akan beralih ke kendaraan listrik atau tidak. Secara umum, orang belum ingin memborong kendaraan dalam jumlah banyak, jelas Budi.
Walaupun mengungkapkan adanya penurunan, Budi belum memberikan rincian spesifik mengenai pendapatan premi untuk sektor kendaraan bermotor pada kuartal kedua 2024. Informasi terkait hal tersebut diharapkan bisa diumumkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Di sisi lain, data dari AAUI menunjukkan bahwa pendapatan premi untuk asuransi umum pada periode Januari hingga Maret 2024 mencapai Rp32,7 triliun, yang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023 yang tercatat mencapai hampir Rp26 triliun. Pendapatan premi ini didukung oleh beberapa lini usaha, antara lain dari sektor properti yang menyumbang Rp9,59 triliun, sektor kendaraan bermotor dengan kontribusi Rp5,91 triliun, serta asuransi kredit yang mencatat Rp4,94 triliun.
Namun, pembayaran klaim selama periode tersebut tercatat sebesar Rp11,5 triliun, mengalami kenaikan dibandingkan dengan Rp9,9 triliun pada tahun sebelumnya.
Dalam konteks penjualan kendaraan, data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa total penjualan di segmen *wholesales* (dari pabrik ke dealer) untuk periode Januari hingga Maret berjumlah 215.069 unit, yang menurun sebesar 23,9 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 282.601 unit. Penjualan di segmen retail (dari dealer ke konsumen) juga menunjukkan penurunan, dengan total penjualan mencapai 230.778 unit, turun 15 persen dari 271.423 unit pada tahun sebelumnya.
ANTARA
Penjualan Kendaraan Melambat, Premi Asuransi Terpengaruh
Bagikan:

DENPASAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Aston Martin Gunakan Livery Spesial di GP Amerika Serikat
BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Gejolak Pasar Modal
Bank Mandiri Beri Nilai Tambah ke Pemegang Saham Lewat Dividen-Buyback
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
Komentar (0)
Memuat komentar…







