**Borneonews - Palembang**, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, nampak mengajak para petani untuk memanfaatkan kartu tanda penduduk (KTP) dalam proses pembelian pupuk bersubsidi. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah distribusi dan aksesibilitas pupuk bagi petani.
Usai melakukan kunjungan ke pabrik Pusri yang berlokasi di Palembang, pada hari Kamis, Sudaryono menyampaikan keinginannya agar para petani dapat seoptimal mungkin menggunakan KTP ketika mengambil pupuk bersubsidi. Ia menekankan pentingnya keseragaman dalam implementasi penggunaan KTP di berbagai tingkat provinsi dan kota, karena saat ini masih terdapat perbedaan yang mencolok.
"Di beberapa daerah, meskipun telah ada kartu tani, seringkali penggunaannya tidak sesuai peruntukan. Kartu tani ini sering kali dikuasai oleh pengecer yang membantu proses pengambilan pupuk. Dengan begitu, pelaksanaan penggunaan kartu tani tidak terbentur masalah, asalkan ketersediaan pupuk subsidi tetap aman," ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pusri, Daconi Khotob, memberikan informasi mengenai stok pupuk bersubsidi di wilayah Sumatera Selatan. Ia mengungkapkan bahwa total stok pupuk yang disediakan oleh Pusri mencapai angka 20.796 ton, yang melampaui 179 persen dari batas minimum yang ditetapkan. Rincian stok tersebut mencakup pupuk urea sebanyak 10.395 ton dan pupuk NPK sebesar 10.393 ton, serta NPK Formula sebanyak 8 ton.
Daconi juga menjelaskan bahwa realisasi penyaluran pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh Pusri telah mencapai 141 persen dari target yang diatur dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 744. Selain itu, penyaluran pupuk telah mencakup 90 persen dari ketentuan dalam Kepmentan Nomor 249 mengenai tata cara penetapan alokasi dan harga eceran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian.
Sebagai langkah lebih lanjut, pemerintah juga mengumumkan peningkatan alokasi pupuk bersubsidi nasional untuk tahun 2024, di mana jumlahnya telah ditetapkan menjadi 9,55 juta ton, meningkat dari 4,7 juta ton. Hal ini tercantum dalam Keputusan Menteri Pertanian yang terbaru, yang dikeluarkan pada tahun 2024.
ANTARA
Wakil Menteri Pertanian Ajak Petani Gunakan KTP untuk Pupuk Subsidi
Bagikan:

PALEMBANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Komentar (0)
Memuat komentar…







