PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalimantan Tengah (Kalteng) kini bersiap menghadapi musim kemarau. Hal yang harus diantisipasi adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim tersebut. 

Berdasarkan prakiraan dari BMKG Palangka Raya, musim kemarau di Kalteng diperkirakan berlangsung mulai Dasarian II Juli 2024 dan akan berlangsung selama tiga bulan atau sekitar 90 hari ke depan. 

"Kondisi ini perlu menjadi perhatian, terutama terkait dengan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat selama musim kemarau," kata Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, Kamis, 22 Agustus 2024.

Dengan adanya prakiraan ini, langkah-langkah mitigasi seperti pengawasan terhadap titik panas (hotspot), sosialisasi pencegahan karhutla dan kesiapan tim pemadam kebakaran, harus diintensifkan. 

"Sinergi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak terkait sangat penting untuk meminimalkan dampak dari musim kemarau yang panjang ini, terutama dalam menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat serta mencegah kerusakan lingkungan," ucap Ahmad Toyib.

--page

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kehutanan dan instansi terkait lainnya telah memperkuat langkah-langkah mitigasi, seperti pemantauan hotspot, patroli di area rawan dan sosialisasi kepada masyarakat. 

"Selain itu, peralatan pemadaman dan posko siaga bencana juga mulai disiapkan untuk merespons dengan cepat jika terjadi kebakaran. Pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam mencegah karhutla tidak bisa diabaikan," tutur Ahmad Toyib.

Dia mengingatkan, langkah antisipasi sangat penting dalam menjaga kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat dan keberlanjutan ekonomi daerah, terutama sektor perkebunan dan pertanian yang rentan terdampak oleh karhutla. (MARINI/Y)