BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Badan Pengawasan dan Sertifikasi Benih, yang berada di bawah naungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, kini tengah fokus untuk memastikan sertifikasi ketersediaan benih padi bagi para petani. Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih, Zainul Arifin, dalam sebuah pernyataan di Banjarbaru menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah mengembangkan dua varietas padi yang akan didistribusikan kepada kelompok tani. Varietas yang dimaksud mencakup baik varietas lokal maupun varietas unggul yang berpotensi untuk ditanam pada lahan pertanian apung. “Dalam uji coba yang telah dilakukan, kami menemukan dua varietas padi yang memiliki potensi baik untuk program pertanian apung. Varietas tersebut adalah *inpari 32* dan *siam madu*,” ungkap Zainul Arifin. Pernyataan ini menunjukkan komitmen DPKP Kalsel dalam meningkatkan kualitas dan hasil pertanian di daerah tersebut. Lebih lanjut, Zainul menjelaskan bahwa DPKP Kalsel saat ini berupaya untuk meningkatkan ketersediaan benih padi agar dapat dibagikan kepada kelompok tani di wilayah tersebut. Jumlah benih yang telah disiapkan mencapai 150 ton, yang digunakan untuk memperkuat ketahanan pangan di *Banua*. “Di Kalimantan Selatan, kami menyediakan sebanyak 150 ton benih yang terdiri dari 15 varietas berbeda,” tambahnya. Hal ini mencerminkan upaya sistematis dalam memenuhi kebutuhan benih bagi para petani di daerah ini. Zainul juga menegaskan pentingnya pengawasan berkala terhadap varietas benih yang ada. Pengawasan tersebut mencakup benih yang digunakan dalam program pertanian apung, yang mengharuskan varietas tersebut memiliki spesifikasi tertentu setelah melalui proses uji coba yang ketat. “Setiap varietas benih yang ada dalam pengembangan di wilayah Kalimantan Selatan sudah terdata dengan baik di balai kami,” kata Zainul menutup penjelasannya. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Selatan secara keseluruhan. ANTARA