**Borneonews - Jakarta**, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan pandangan bahwa sebuah negara diukur kemajuannya tidak hanya dari kekayaan sumber daya alam yang dimilikinya, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia (SDM) serta dukungan dari teknologi yang modern.
Menurut Wapres, untuk mencapai status sebagai negara maju, penting bagi Indonesia untuk berinvestasi dalam pendidikan, inovasi, serta memanfaatkan kemajuan teknologi. Dia menekankan bahwa penguatan jati diri bangsa merupakan faktor kunci dalam mencetak generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan dan menciptakan masa depan yang lebih baik.
Dalam sambutannya pada acara Penganugerahan Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) XX Tahun 2024 yang dilaksanakan secara daring, Wapres ma'ruf Amin menegaskan perlunya kolaborasi yang erat antara berbagai pihak, termasuk dunia usaha, media, pemerintah, dan akademisi. Kerja sama ini diharapkan dapat membangun ekosistem yang mendukung inovasi teknologi serta pengembangan SDM yang berkualitas.
Lebih lanjut, Wapres menekankan bahwa sinergi antara berbagai elemen tersebut akan mempercepat langkah kemajuan bangsa dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.
Wapres juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebhinnekaan dalam setiap upaya pembangunan. Dia menyatakan bahwa Indonesia, dengan keberagaman yang dimilikinya, dapat mempersatukan perbedaan menjadi satu kekuatan kolektif untuk mencapai tujuan sebagai bangsa yang maju.
Selanjutnya, Wapres mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap upaya pendidikan serta pembangunan karakter bangsa. Dia percaya bahwa generasi muda adalah harapan masa depan Indonesia. Dengan memberikan mereka pendidikan yang berkualitas dan berkarakter, diharapkan mereka akan mampu memimpin bangsa ini menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
ANTARA
Pembangunan SDM Berkualitas Kunci Menuju Indonesia Maju
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Anak Beruang Madu yang Terpisah dari Induknya Diselamatkan Warga Seruyan
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Induk Orangutan Terluka Tetap Jaga Anaknya di Tengah Kepungan Karhutla Desa Kandan Kotim
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Komentar (0)
Memuat komentar…







