JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengajak para penggiat serta pelaku di bidang keamanan siber untuk membangun organisasi secara mandiri dengan cara membentuk asosiasi. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo, Hokky Situngkir, yang menyatakan bahwa perlu adanya wadah khusus bagi komunitas ini untuk saling berbagi pengetahuan. Menurut Hokky, keberadaan asosiasi ini sangat penting, sebab para praktisi dapat berkumpul dan bertukar informasi secara efektif. Lembaga asosiasi ini juga diharapkan dapat berfungsi sebagai jembatan antara pemerintah dengan masyarakat yang terlibat dalam keamanan siber. "Sifat birokrasi pemerintah seringkali menciptakan kekakuan, oleh karena itu perlu ada terobosan untuk memperlancar kolaborasi antara komunitas *cyber security* dan pemerintah," ujarnya. Lebih lanjut, Hokky menekankan bahwa kolaborasi yang aktif antara lembaga pemerintah dan komunitas keamanan siber sangatlah krusial. Hal ini bertujuan untuk menghadirkan inovasi serta perkembangan lebih lanjut dalam sektor ketahanan siber di Indonesia. Ia menyebutkan, “Kata kuncinya adalah kolaborasi dan gotong royong yang melibatkan lembaga negara serta institusi birokrasi bersama masyarakat.” Sebelumnya, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengungkapkan bahwa keamanan siber merupakan salah satu pilar penting dalam Visi Indonesia Digital (VID) 2045. VID berfungsi sebagai panduan konseptual serta strategi pemerintah dalam mendorong transformasi digital secara nasional. Nezar menjelaskan, “Implementasi VID 2045 sangat penting untuk mengarahkan Indonesia menuju status digital di tahun 2045. Di sini, kami berharap bisa memandu semua pihak terkait untuk mencapai agenda transformasi digital yang telah dirancang.” Visi Indonesia Digital 2045 juga bertujuan untuk mengangkat Indonesia dari status negara *Middle-Income Trap*. Nezar menekankan bahwa salah satu fokus Kementerian Kominfo adalah meningkatkan budaya keamanan siber. “Meningkatkan kesadaran dan budaya dalam keamanan siber di seluruh masyarakat akan membantu Indonesia menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan produktif. Kita bisa belajar dari contoh yang ada di Singapura dengan pendekatan Digital Defence mereka, di mana keamanan siber dianggap sebagai tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat,” pungkas Nezar. ANTARA