**Borneonews - Jakarta**, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) memberikan suara terkait rencana pelepasan atau divestasi saham yang dimiliki di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (kode saham: BRIS). Dalam konferensi pers yang diadakan untuk memaparkan kinerja semester I 2024, Direktur Finance BNI, Novita Widya Anggraini, menyatakan bahwa perkembangan sektor perbankan syariah di Indonesia saat ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. BSI memiliki peran yang vital dalam industri ini.
Novita menekankan dukungan penuh BNI terhadap langkah-langkah yang diambil oleh pihak BSI, yang diharapkan dapat berdampak positif bagi peningkatan nilai perusahaan. "Jika langkah tersebut mencakup perubahan strategi investasi kami di BSI, kami akan memastikan bahwa semua transaksi dilaksanakan dengan prinsip *arm's length* serta tata kelola yang *prudent*," ungkapnya. Hal ini menjadi penjelasan atas pertanyaan media mengenai alasan di balik lamanya jeda publikasi laporan keuangan semester I 2024 dan bagaimana kaitannya dengan jangka panjang rencana divestasi saham BRIS.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa BNI akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk risiko dan keuangan, dalam merumuskan strategi jangka panjang. Prinsip kehati-hatian tetap akan diutamakan dalam setiap langkah yang diambil. "Saat ini kami belum memiliki informasi tambahan untuk dibagikan. Kami berkomitmen untuk melakukan pembaruan informasi secara berkala sesuai dengan peraturan yang ada mengenai keterbukaan informasi publik," tambah Novita.
BNI baru-baru ini mengumumkan kinerja keuangannya yang menunjukkan laba bersih konsolidasi mencapai Rp10,7 triliun pada semester I 2024. BNI merupakan salah satu bank di kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) IV yang terakhir mengumumkan kinerja keuangan untuk periode tersebut, menyusul Bank Mandiri, BRI, dan BCA.
Dalam tanggapan terhadap publikasi laporan keuangan yang dilakukan pada hari itu, Novita menjelaskan bahwa penyampaian laporan dalam format *limited review* masih mengacu kepada ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan Nomor 37/POJK.03/2019 mengenai Transparansi dan Publikasi Laporan Bank. Proses *review* laporan tersebut dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, yang merupakan bagian dari jaringan global PwC.
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan *limited review* tersebut merupakan bagian dari strategi korporasi yang bertujuan untuk memperkuat anak perusahaan sesuai dengan rencana bisnis bank di tahun ini. Novita menambahkan, laporan keuangan *limited review* ini memberikan keuntungan ekstra di tengah tantangan dan ketidakpastian kondisi ekonomi global saat ini.
"Ini menjadi krusial terutama jika kami harus menarik likuiditas dari pasar melalui instrumen pasar modal. Langkah ini lebih bersifat anticipatif dengan mempertimbangkan perkembangan makro dan kebutuhan likuiditas yang ada," ujar Novita.
Sebagai informasi tambahan, berdasarkan data yang tersedia di situs web BSI, BNI memiliki porsi kepemilikan di BRIS sebesar 23,24 persen, menjadikannya sebagai pemegang saham terbesar kedua. Sementara itu, Bank Mandiri adalah pemegang saham mayoritas dengan 51,47 persen, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) memiliki 15,38 persen. Porsi kepemilikan publik di BSI tercatat mencapai 9,91 persen.
Wacana mengenai rencana divestasi saham BRIS oleh BNI telah terdengar sejak tahun 2023. Selain BNI, BRI juga dikabarkan mempertimbangkan untuk melepas saham di BSI. Pada bulan Februari 2024, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan opsi untuk divestasi saham BRI dan BNI di BSI, yang dilengkapi dengan koneksi terhadap program tabungan emas.
"Ada dua opsi, yang pertama mencari *strategic partner*, dan yang kedua menghubungkan dengan tabungan emas," ujar Erick kala itu. Dia menjelaskan bahwa Kementerian BUMN belum memutuskan untuk melepas saham dari BRI dan BNI kepada publik. Keinginan tersebut bertujuan agar BSI dapat menjalin kemitraan strategis yang dapat meningkatkan daya saing dan masuk dalam daftar 10 bank syariah terbesar di dunia.
ANTARA
BNI Tanggapi Rencana Divestasi Saham di Bank Syariah Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







