**Borneonews - Jakarta**, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) telah menyelenggarakan sebuah forum bersama dengan diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) di Taman Mini Indonesia Indah. Acara ini mencakup kegiatan seperti Sarasehan, Networking Dinner, dan Pagelaran Budaya NTT dengan tujuan utama mendukung promosi investasi dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah NTT.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLBF, Frans Teguh, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menarik investasi melalui skema kerja sama yang inovatif. Kehadiran diaspora NTT yang tinggal di Jakarta juga sangat penting dalam kegiatan ini, yang melibatkan perwakilan pemerintah, pengusaha, praktisi media, komunitas, dan akademisi.
Frans menjelaskan bahwa tema acara, *From Culture to Capital: Investing in the Future For Better NTT*, bertujuan untuk mempromosikan dan mendorong investasi yang berkelanjutan serta berkualitas di NTT. Ia mengajak para diaspora untuk aktif berkontribusi dalam meningkatkan investasi di Labuan Bajo Flores dengan model investasi yang berbasis masyarakat.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, hadir sebagai pembicara utama. Ia mengungkapkan bahwa total nilai investasi yang direalisasikan di NTT pada tahun 2023 mencapai Rp5,2 triliun. Sektor pariwisata di NTT diketahui sebagai salah satu penyumbang terbesar dari 15 sektor yang berkontribusi terhadap investasi di provinsi tersebut.
Menurut Menparekraf, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa NTT semakin berkomitmen untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, yang turut berkontribusi terhadap pendapatan negara serta penciptaan lapangan kerja. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dari berbagai pihak untuk memastikan kemajuan NTT, termasuk dukungan dari para diaspora.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, juga menekankan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ia mengingatkan akan pentingnya keberlanjutan serta kesejahteraan masyarakat lokal, serta perlunya dorongan untuk sektor-sektor lain yang berpotensi berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Angela turut mengajak semua pihak untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, investor, dan masyarakat demi memaksimalkan potensi NTT. Hal ini bertujuan untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah melalui investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Daerah NTT, Henry Donald Libriato Izaac, mengajak semua diaspora yang hadir untuk bersama-sama memikirkan kebijakan yang akan memberikan ruang bagi investasi dan pengembangan pariwisata di Provinsi NTT. Ia menyatakan bahwa NTT memiliki sumber daya alam yang melimpah, dengan Labuan Bajo sebagai pintu masuk yang diakui pemerintah sebagai Destinasi Super Prioritas.
Izaac menekankan pentingnya membangun ekosistem pariwisata yang solid di NTT, termasuk membangun rantai pasok yang mengedepankan penggunaan bahan makanan dan minuman lokal. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya sangat diperlukan untuk mencapai tujuan ini.
ANTARA
Forum Diaspora NTT di Jakarta Dorong Investasi Pariwisata Kreatif
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







