JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengungkapkan bahwa para pengembang gim lokal Indonesia menargetkan nilai transaksi minimal mencapai 150 juta dolar AS, atau sekitar Rp2 triliun, dalam ajang *Gamescom* yang berlangsung di Jerman pada tahun 2024. Ini merupakan sebuah langkah besar bagi industri gim nasional untuk menembus pasar internasional. Sandiaga menyampaikan harapan tersebut setelah menghadiri Upacara Pembukaan Resmi *Gamescom* di Koelnmesse Halle, Jerman. Ia menekankan bahwa partisipasi ini adalah keikutsertaan kelima kalinya bagi pengembang gim lokal Indonesia dalam pameran gim terbesar di dunia. “Partisipasi kami di *Gamescom* adalah tindak lanjut dari Perpres Nomor 19 Tahun 2024, yang bertujuan agar gim-gim lokal dapat memperoleh pengalaman terbaik dari ajang ini,” imbuhnya. Pernyataan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mendukung perkembangan industri kreatif di dalam negeri. Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno, juga menambahkan bahwa kehadiran Indonesia di *Gamescom* sejak tahun pertama menunjukkan dampak positif. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan transaksi yang signifikan setiap tahun. “Pada tahun 2022, nilai transaksi kami berada di angka 70 juta dolar AS, dan tahun lalu meningkat menjadi 115 juta dolar AS. Ada tren kenaikan yang nyata,” jelas Arif. Dalam perhelatan tersebut, banyak negara, provinsi, dan pemerintah daerah yang menunjukkan dukungan terhadap industri gim lokal masing-masing. Dukungan ini dapat menjadi inspirasi bagi setidaknya lima provinsi di Indonesia yang dikenal sebagai pusat pengembangan gim. “Hal ini diharapkan mampu mendukung partisipasi Indonesia dalam *Gamescom* tahun depan (2025). Nama Indonesia kini semakin diakui sebagai salah satu pemain utama di pasar gim global,” tuturnya. Partisipasi Indonesia dalam *Gamescom 2024*, yang berlangsung di Koln, Jerman dari 21 hingga 25 Agustus 2024, melibatkan 10 gim lokal. Keikutsertaan ini adalah hasil kolaborasi antara Kemenparekraf/Baparekraf, Kementerian Perdagangan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Asosiasi Gim Indonesia. Sebagai salah satu acara paling penting dalam industri gim, *Gamescom* tidak hanya merupakan ajang bisnis (B2B) tetapi juga menyasar konsumen (B2C). Event yang pertama kali diadakan pada tahun 2009 ini telah menjadi bagian penting dari kalender kegiatan tahunan bagi para developer dan penerbit gim di seluruh dunia. ANTARA