JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa penyebab kebakaran hutan dan lahan seluas 18,19 hektare di Jawa Timur saat ini tengah dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan dalam keterangannya bahwa penyelidikan ini dilakukan oleh aparat penegak hukum. Ia menegaskan bahwa saat ini fokus utama adalah mengidentifikasi penyebab kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut. Dari data yang dihimpun BNPB, diketahui bahwa dari total luas daerah yang terbakar, sekitar 12 hektare terjadi di Kabupaten Bondowoso, sementara 6,19 hektare terbakar di Kabupaten Situbondo. Informasi mengenai kejadian kebakaran ini diperoleh dari petugas yang bertugas pada malam hari, tepatnya pada Rabu (21/8). Namun, Abdul Muhari belum memberikan rincian mengenai lembaga atau tim yang sedang melakukan penyelidikan, apakah itu melibatkan Satuan Tugas Penegakan Hukum dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Timur atau Satuan Tugas Gakkum dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hal ini penting mengingat bahwa lokasi kebakaran berada di area Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang berada di Situbondo, Jawa Timur. Meski demikian, ia menambahkan bahwa kondisi api di Situbondo telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari berbagai instansi yang beroperasi di daerah tersebut. Sementara itu, tim reaksi cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso masih terus berupaya memadamkan beberapa titik api yang tersisa dengan bekerja sama dengan pihak Perhutani dan Polisi Hutan setempat. Upaya penanganan kebakaran ini menjadi sangat penting demi mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap hutan dan lahan yang ada, serta menjaga ekosistem lokal tetap terjaga. ANTARA