MAKASSAR –
**Borneonews - Mamuju**, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah menetapkan Kecamatan Tubbi Taramanu, yang terletak di Kabupaten Polewali Mandar, sebagai pusat pengembangan tanaman kakao. Langkah ini diambil dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan para petani setempat. Penjabat Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjadikan Kecamatan Tubbi Taramanu sebagai sentra pengembangan komoditas kakao di kawasan Sulawesi Barat. Dalam upaya tersebut, pemerintah akan memberikan pelatihan kepada petani untuk mengelola dan mengembangkan tanaman kakao dengan lebih baik. Keberadaan pusat pembibitan kakao di Kecamatan Tubbi Taramanu juga direncanakan. Bibit yang dihasilkan nantinya akan disertifikasi oleh Balai Benih Kementerian Pertanian. Dengan adanya fasilitas ini, Sulawesi Barat berpotensi menjadi salah satu daerah penghasil kakao yang signifikan, bahkan memiliki kemampuan untuk menjual bibit kakao di masa mendatang. Gubernur Baharuddin menilai bahwa kondisi geografis dan tekstur tanah di Kecamatan Tubbi Taramanu sangat mendukung untuk pengembangan kakao. Harapannya, komoditas ini dapat menjadi salah satu penyumbang utama dalam meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani di daerah tersebut. Selain pengembangan kakao, Pemprov Sulbar juga berencana untuk memperbaiki akses jalan menuju Kecamatan Tubbi Taramanu. Usaha ini bertujuan agar distribusi hasil pertanian dari petani dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien, yang pada akhirnya akan memudahkan pemasaran produk pertanian. Lebih lanjut, Gubernur juga menyampaikan komitmen Pemprov Sulbar untuk membantu masyarakat di Kecamatan Tubbi Taramanu dalam mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar serta kegiatan peternakan. Sektor-sektor ini dianggap menjanjikan untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat setempat. Dukungan juga datang dari Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Rahim. Ia mengapresiasi keputusan Gubernur untuk menjadikan Kecamatan Tubbi Taramanu sebagai pusat penghasil kakao dan berkontribusi dalam peningkatan pendapatan petani. Rahim menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dengan DPRD dalam mengalokasikan anggaran yang signifikan demi membantu petani dan nelayan di Sulbar. Ia menekankan bahwa dengan Sulawesi Barat menjadi daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang baru di Pulau Kalimantan, pengembangan sektor perkebunan, pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi sangat relevan. Hal ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan bagi IKN di masa depan. ANTARA