JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, mengajak untuk mengimplementasikan kebijakan yang menjamin perlindungan sosial, meningkatkan kondisi kerja yang memadai, serta memberikan upah yang adil bagi para pekerja di sektor perawatan. Dalam sebuah keterangan resmi di Jakarta, beliau menekankan pentingnya mempromosikan tanggung jawab bersama antara pria dan wanita agar distribusi perawatan dapat dilakukan secara adil. Pernyataan ini disampaikan oleh Bintang Puspayoga saat menjabat sebagai Ketua pertemuan para Menteri ASEAN dalam rangkaian acara *ASEAN Ministerial Meeting on Women (AMMW)*. Acara ini berlangsung dalam konteks Pra-Konferensi Tingkat Tinggi bagi Pemimpin Perempuan ASEAN ke-3 yang bertema “Merefleksikan Ekonomi Perawatan dan Ketahanan di ASEAN” di Vientiane, Laos. Bintang Puspayoga menggarisbawahi terdapat tiga langkah krusial yang harus diambil oleh negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat ekonomi perawatan dan ketahanan kawasan. Langkah pertama adalah kebutuhan untuk menciptakan layanan perawatan yang berkualitas, serta memfasilitasi layanan kesehatan yang mudah diakses, terjangkau, dan inklusif. Langkah ini akan membantu mengurangi beban pekerjaan perawatan yang tidak dibayar, memberikan kesempatan lebih bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam dunia kerja. Beliau juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi regional serta berbagi praktik terbaik di antara negara-negara ASEAN. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan serta menerapkan kebijakan ekonomi perawatan yang efektif. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan dapat membangun kawasan yang tangguh dan inklusif, yang memprioritaskan kesejahteraan seluruh warganya. Bintang Puspayoga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua perwakilan negara yang telah menunjukkan dedikasi dan komitmen terhadap tujuan ini. “Bersama-sama, kita dapat membangun ASEAN menjadi lebih kuat, tangguh, dan inklusif,” tutupnya. ANTARA