**Borneonews - Pamekasan**, Pemerintah Kabupaten Pamekasan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya mengadakan kerja sama untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya pangan yang aman kepada pedagang tradisional. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan menciptakan sistem perdagangan yang lebih sehat, khususnya dalam hal pangan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, menjelaskan bahwa kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pedagang di pasar, khususnya agar mereka tidak menggunakan bahan pengawet yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. "Kami berharap pedagang sadar tentang dampak penggunaan bahan pengawet pada produk yang mereka jual," ujar Basri.
Dalam rangka memastikan keamanan makanan yang dijual, BPOM juga mengadakan kegiatan pemeriksaan dan pengujian terhadap makanan. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan pengawet yang berbahaya. "Pengujian kami fokus pada keberadaan boraks, formalin, dan rhodamin B, yang sering ditemukan dalam produk seperti bakso, kerupuk, lontong, dan pada ikan," jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, Basri mengungkapkan bahwa tidak ditemukan senyawa berbahaya dalam makanan yang dijual oleh pedagang. "Dari 30 sampel yang diuji oleh tim BPOM, semuanya menunjukkan hasil negatif terhadap zat berbahaya," ungkapnya.
Walaupun hasil pengujian menunjukkan hasil yang baik, Basri meminta agar tim pemantau dari Disperindag tetap melakukan pengawasan yang ketat. Selain itu, mereka juga diharapkan untuk terus melakukan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran pedagang tentang bahaya yang terkait dengan penggunaan bahan pengawet. "Kami memfokuskan program kerja sama ini kepada pedagang di Pasar Kolpajung, dan kami berencana untuk melanjutkan edukasi ini ke pasar-pasar tradisional lainnya di Pamekasan," tambah Basri.
Dari pihak BPOM Surabaya, Tim Pelaksana Pelayanan Permintaan Informasi dan Pengaduan, Rika Yustiarni, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan komitmen pemerintah setempat dalam memastikan peredaran pangan di masyarakat aman dan tidak mengandung bahan berbahaya. "Kami tidak hanya mengedukasi pedagang, tetapi juga melakukan pengujian terhadap bahan pangan yang mereka jual, termasuk hasil belanja para pembeli," katanya.
ANTARA
Edukasi Pangan Aman bagi Pedagang Tradisional di Pamekasan
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Fairid Buka Pengawasan Publik Dana Banpres Rp10 Miliar, 2 Hari Ditargetkan Mulai Berjalan
DPPPAPPKB Kotim Dorong Kampung KB Lebih Mandiri, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci
Upaya Kendalikan Cuaca Kalteng, 7 Sortie OMC Tabur 4,5 Ton Dry Ice dan 2 Ton NaCl
Iran Sebut Kawasan Timur Tengah akan Berubah Total Pascaperang
Polres Seruyan Gelar Operasi Patuh Telabang 2026, Utamakan Langkah Pencegahan
Menteri Nilai 68 Ribu UMKM Pemasok MBG Masih Sedikit
Komentar (0)
Memuat komentar…







