**Borneonews - Palembang**, Komando Daerah Militer (Kodam) II/Sriwijaya mengadakan pembahasan terkait strategi penguatan ketahanan pangan di lima provinsi yang terletak di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Kegiatan ini dilaksanakan dalam suatu diskusi yang dihadiri oleh Pangdam II/Swj Mayjen TNI M Naudi Nurdika dan Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono, bertempat di Gedung Sudirman, Makodam II/Swj Palembang.
Diskusi tersebut berfokus pada langkah-langkah konkret untuk memperluas areal tanam. Salah satu strategi yang dibahas adalah penggunaan pompanisasi dan penguatan kapasitas penyuluh pertanian khususnya di daerah Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung. Pangdam II juga menekankan pentingnya dukungan penuh dari prajurit Kodam II/Sriwijaya terhadap berbagai program yang dirancang oleh Kementerian Pertanian dalam rangka mencapai ketahanan pangan nasional.
Menurut Mayjen TNI Naudi, sejumlah kerja sama telah terjalin antara Kodam II/Sriwijaya dengan Kementerian Pertanian RI untuk mewujudkan ketahanan pangan yang lebih baik. Beberapa inisiatif tersebut meliputi pendampingan dalam distribusi pupuk, program cetak sawah, program penyerapan gabah oleh Bulog, serta program intensifikasi dan ekstensifikasi lahan. Selain itu, terdapat pula upaya pendampingan kepada petani dalam Program Pajale serta program *Opla* dan pompanisasi.
Pangdam menguraikan lebih lanjut berbagai program yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat, khususnya Kodam II/Sriwijaya, dalam mendukung ketahanan pangan. Salah satu di antaranya adalah menciptakan ketahanan pangan terpadu, yaitu memanfaatkan lahan-lahan yang saat ini tidak produktif menjadi lebih bermanfaat. Dalam perencanaan ke depan, Kodam juga berencana membentuk Yon PDR, membangun unit pelayanan makanan bergizi, serta mengimplementasikan program "Dapur Masuk Sekolah".
Untuk program *Opla*, aktivitas ini sudah dilaksanakan di empat wilayah, meliputi Sumsel, Jambi, Lampung, dan Kepulauan Babel. Sementara itu, pendampingan untuk padi gogo di Kodam II/Sriwijaya mencakup seluruh lima provinsi dalam Sumbagsel. Dari target program pompanisasi seluas 69.321,10 hektare, sejauh ini 39.430,74 hektare sudah mendapatkan pasokan air, dan dari area tanam, telah dilakukan penanaman di 52.348,71 hektare. Untuk padi gogo, dari target 41.288 hektare, realisasi baru mencapai 12.873,60 hektare.
Dalam kesempatan tersebut, Wamentan RI Sudaryono menegaskan urgensi percepatan Program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan optimalisasi lahan rawa (*Opla*) sebagai langkah antisipatif terhadap dampak kemarau panjang yang disebabkan oleh fenomena *El Nino*. Ia menekankan bahwa kontribusi Kodam II/Sriwijaya dalam mendukung ketahanan pangan nasional sangat signifikan, mencerminkan peran penting TNI dalam mendukung program pemerintah.
Wamentan Sudaryono berharap bahwa dengan pelaksanaan berbagai program ini, luas areal tanam dapat terus meningkat, baik melalui penanaman di lahan yang belum dimanfaatkan maupun melalui intensifikasi tanaman yang ada. Setelah diskusi, Pangdam II/Sriwijaya dan Wamentan RI bersama rombongan melanjutkan agenda ke Desa Arisan Musi Timur, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim, Sumsel. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pemantauan langsung dan melakukan panen padi, serta distribusi benih di lokasi yang telah ditentukan.
ANTARA
Kodam II Sriwijaya Bahas Strategi Ketahanan Pangan Sumbagsel
Bagikan:

PALEMBANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
2 Gol Injury Time Bawa Inter Milan Comeback 2-1 atas Fiorentina
Timnas Indonesia U15 Telan Kekalahan 0-3 dari Wales
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
Komentar (0)
Memuat komentar…






