JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Asosiasi Pertambangan Indonesia (IMA), Rachmat Makkasau, mengemukakan tiga fokus utama untuk memajukan sektor pertambangan dan industri di Indonesia ke depan. Pada acara yang diselenggarakan di Jakarta, Rachmat menekankan pentingnya strategi yang jelas dan terarah untuk menghadapi tantangan di industri ini. Fokus pertama yang diusung oleh IMA adalah mendorong ketahanan energi nasional. Rachmat menyatakan kepercayaan bahwa batu bara tetap menjadi sumber energi yang perlu didorong penggunaannya. Meskipun terdapat polemik seputar batu bara, ia meyakini bahwa dengan pengelolaan yang tepat, dampak negatif dari penggunaannya dapat diminimalisasi. “Melalui pengelolaan yang baik dalam pembangkit listrik, kami percaya bahwa batu bara dapat berkontribusi tanpa menimbulkan polusi yang berbahaya,” ungkapnya. Potensi batu bara Indonesia, yang diperkirakan masih tersedia untuk jangka waktu hingga 500 tahun, harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Fokus kedua mencakup upaya promosi *clean nickel* sebagai bagian dari program strategis, tidak hanya bagi IMA, tetapi juga untuk nama baik Indonesia di kancah internasional. Rachmat mengungkapkan bahwa selama ini Indonesia sering diserang dengan isu mengenai *dirty nickel*, dan ini menunjukkan perlunya suara dari industri pertambangan untuk membela dan mempromosikan praktik pertambangan yang baik di dalam negeri. “Banyak tambang nikel di Indonesia yang beroperasi dengan standar yang tinggi. Isu yang merugikan harus kita hadapi bersama, dan jika ada kekurangan, mari kita perbaiki secara kolaboratif,” tambahnya. Terakhir, fokus ketiga adalah meningkatkan *downstream industry* sebagai langkah vital untuk mencapai status negara maju. Rachmat menegaskan bahwa hilirisasi komoditas tertentu harus menjadi prioritas. “Maksimalisasi bahan baku untuk *downstream industry* merupakan tanggung jawab kita bersamaan dengan pemerintah. Kami yakin bahwa penekanan pada sektor ini sangat penting untuk menciptakan perubahan yang signifikan dalam pertambangan,” katanya. IMA meyakini bahwa dengan langkah-langkah strategis ini, akselerasi Indonesia menuju tujuan menjadi negara maju dapat berlangsung lebih cepat. Peningkatan dalam sektor hilir diharapkan menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi tersebut. ANTARA