JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, *Foreign Policy Community of Indonesia* (FPCI) mengajak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah yang lebih serius dalam mengurangi emisi karbon, dengan salah satu langkah utama adalah pembangunan ekosistem kendaraan listrik. Dalam pernyataannya, pendiri FPCI, Dino Patti Djalal, menekankan pentingnya pengurangan drastis penggunaan mobil berbahan bakar bensin. Dia menyatakan bahwa meskipun insentif untuk kendaraan listrik sudah ada, namun perluasan infrastruktur pendukung juga sangat mutlak diperlukan. “Infrastruktur untuk kendaraan listrik harus ditambah dan harus ada insentif serta regulasi yang mendukung,” ungkap Dino di Jakarta pada malam hari setelah konferensi pers terkait *Indonesia Net-Zero Summit* (INZS) 2024 bertema “S.O.S Neraka Bocor: *Climate Avengers Assemble!*”. Lebih lanjut, Dino menuturkan bahwa peningkatan penggunaan transportasi umum juga merupakan langkah penting dalam upaya pengurangan emisi karbon. Dia menekankan, “Kita ingin orang-orang tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi. Jika mereka belum mampu membeli mobil listrik, sebaiknya menggunakan bus listrik terlebih dahulu.” Dino yang juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu berpendapat bahwa pemerintah perlu lebih serius dalam pengembangan produk kendaraan listrik lokal. Dia memberikan contoh mengenai *Esemka*, yang menurutnya belum menunjukkan kemajuan signifikan bahkan setelah satu dekade eksistensinya. “*Esemka* seharusnya mendapatkan perhatian yang serius. Bagaimana bisa, setelah sepuluh tahun, belum ada satu pun mobil *Esemka* yang beroperasi di jalan? *Something is wrong*,” papar Dino. Dalam pandangan Dino, negara tetangga seperti Vietnam telah lebih maju dalam mengembangkan kendaraan listriknya. Dia menyebutkan bahwa VinFast, produsen kendaraan listrik asal Vietnam, kini sudah dikenal luas dan bahkan telah membuka pabrik di Amerika Serikat. “VinFast meluncurkan kendaraan listrik di AS pada tahun 2021 dan melakukan penawaran umum perdana saham (*Initial Public Offering* atau IPO) pada tahun 2023,” imbuhnya. FPCI akan menggelar acara *Indonesia Net-Zero Summit* (INZS) 2024 pada 24 Agustus di Jakarta, yang diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk berkolaborasi dan menciptakan komitmen bersama di antara berbagai pemangku kepentingan. Tema “S.O.S Neraka Bocor: *Climate Avengers Assemble!*” dipilih untuk menekankan urgensi tindakan nyata serta kolaborasi dari komunitas *Climate Avengers* demi mencegah bencana yang lebih besar bagi umat manusia. INZS menjadi platform untuk mendiskusikan langkah-langkah menuju pencapaian target emisi nol di Indonesia pada tahun 2050. ANTARA