JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepolisian Republik Indonesia telah mempersiapkan sebanyak 3.719 personel gabungan guna menjaga dan mengamankan aksi yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat di depan Gedung DPR/MPR RI. Pengamanan tersebut ditujukan untuk memastikan pelaksanaan aksi berjalan lancar dan aman. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan bahwa penempatan personel ini sangat penting sebagai langkah antisipasi terhadap segala kemungkinan yang dapat terjadi. "Kami melibatkan sejumlah 3.719 personel gabungan untuk berjaga dan mengantisipasi pengamanan aksi elemen masyarakat di sekitar Gedung DPR/MPR RI," ungkapnya dalam sebuah pernyataan. Sumber personel yang terlibat dalam pengamanan ini berasal dari berbagai instansi, termasuk Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemda DKI, serta instansi terkait lainnya. Dalam pelaksanaannya, mereka akan ditempatkan di area sekitar gedung parlemen dengan tujuan untuk mencegah massa masuk ke dalam gedung atau menutup jalan tol yang terletak di depan gedung tersebut. Sebagai langkah pencegahan, pihak pemadam kebakaran juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan aksi pembakaran ban yang bisa dilakukan oleh peserta aksi. Susatyo menambahkan bahwa penutupan arus lalu lintas di sekitar gedung wakil rakyat akan dilakukan secara situasional. Pengaturan tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. "Bila situasi di depan DPR menunjukkan banyaknya massa dan eskalasi mulai meningkat, maka kami akan melakukan penyekatan di Pulau Dua," jelas Susatyo. Ia juga menekankan pentingnya bagi seluruh personel pengaman untuk bertindak dengan cara yang persuasif, tidak terprovokasi, dan tetap mengedepankan negosiasi serta pelayanan yang bersifat humanis. Lebih lanjut, Susatyo mengajak para koordinator lapangan (korlap) dan peserta aksi untuk menjaga ketertiban dan melaksanakan aksi secara santun tanpa kekerasan. Hal ini diharapkan dapat membantu agar kegiatan aksi tetap berlangsung aman dan tertib, sesuai dengan harapan semua pihak. Ia menegaskan kembali bahwa semua personel yang terlibat dalam pengamanan tidak akan membawa senjata dan wajib menghargai hak massa aksi dalam menyampaikan pendapat mereka. Aksi ini diorganisasi oleh para mahasiswa serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk dukungan dan pengawalan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK). ANTARA