**Borneonews - Padang**, Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan di Sumatera Barat mencatat prestasi yang signifikan dalam bidang ekspor hasil laut pada semester pertama tahun 2024. Nilai total ekspor yang berhasil diraih mencapai Rp14,2 miliar.
Kepala Balai Karantina, Ibrahim, mengungkapkan bahwa komoditas utama yang diekspor terdiri dari berbagai jenis, antara lain *frozen* tuna, lobster, dan ikan hias laut. Dalam rincian tersebut, ekspor tuna beku tercatat sebanyak 5,9 ton dengan nilai mencapai Rp927 juta. Selain itu, terdapat 56.560 ekor ikan hias laut yang berhasil diekspor dengan nilai mencapai Rp635 juta. Menariknya, sebanyak 3.400 ekor lobster juga berhasil di ekspor dengan total nilai yang sangat besar, yakni Rp12,7 miliar. Terbaru, Sumatera Barat mengirimkan 11 ton kerapu ke Hong Kong dengan total nilai ekspor mencapai Rp2 miliar.
Ibrahim menilai bahwa lokasi perairan di Sumatera Barat memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan sektor ekspor hasil laut. Ia juga menegaskan bahwa Balai Karantina berkomitmen untuk selalu mendukung kemajuan sektor ini. Meskipun sektor ekspor hasil laut menunjukkan potensi yang signifikan, Ibrahim mengakui bahwa masih ada tantangan yang dihadapi oleh nelayan dan pembudi daya ikan, yakni kesulitan dalam mencari pasar untuk hasil produksi mereka.
Dalam hal ini, Ibrahim berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dapat meningkatkan sosialisasi dan memberikan motivasi kepada nelayan agar lebih berani melakukan budi daya hasil laut guna menjangkau pasar internasional. "Ketidakpastian mengenai pasar tujuan merupakan salah satu ketakutan yang dirasakan oleh para nelayan kita," ungkapnya.
Lebih lanjut, Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan berkomitmen untuk mendukung pengembangan sektor ekspor di wilayah Ranah Minang. Dengan melakukan sertifikasi yang ketat, lembaga ini memastikan bahwa semua komoditas yang akan diekspor bebas dari hama dan penyakit. Sertifikasi ini menjadi suatu keharusan untuk memastikan bahwa setiap barang yang diekspor memenuhi standar keamanan pangan internasional agar dapat sukses menembus pasar global yang kompetitif.
"Balai Karantina akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memfasilitasi semua kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan sektor ini, kata Ibrahim menutup pernyataannya.
ANTARA
Sumatera Barat Catat Ekspor Hasil Laut Rp14,2 Miliar di 2024
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Pusat dan Daerah Jangan Saling Menyalahkan dalam Tangani Karhutla
Warga yang Ikut Padamkan Karhutla di Kapuas Meninggal
Warga Batu Badinding Katingan Digegerkan Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Kebun Sawit
Investor Pasar Modal Kobar Tembus 32.800, Transaksi Saham Naik Jadi Rp20,16 Miliar
Edy Pratowo Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan dan Hindari Pembakaran Lahan
Bupati Seruyan Tekankan Ketahanan Pangan dan Harga Sembako Terjangkau
Komentar (0)
Memuat komentar…







