YOGYAKARTA –
**Borneonews - Yogyakarta**, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia mengadakan kunjungan kerja khusus ke Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) yang terletak di Yogyakarta. Kunjungan ini dimaksudkan untuk melakukan evaluasi terkait pelaksanaan reforma agraria yang dikelola oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) di daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Anggota Komisi II DPR, Riyanta, menjelaskan bahwa kunjungan ini bersifat spesifik dan dirancang untuk menilai kinerja BPN di wilayah provinsi DIY. Menurutnya, ada banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan reforma agraria di daerah ini, terutama yang terkait dengan masalah pertanahan yang meliputi empat kabupaten dan satu kota. Riyanta menekankan bahwa ada beberapa hal yang harus diperjelas agar pelaksanaan pemerintahan negara dapat berjalan sesuai dengan harapan bersama sebagai bangsa Indonesia. Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi II DPR, Syamsurizal, menjelaskan bahwa reforma agraria mencakup penataan kembali penguasaan tanah. Proses evaluasi juga harus dilakukan terkait kepemilikan dan pemanfaatan tanah, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara adil dan memberikan kepastian hukum yang kuat. Syamsurizal menambahkan bahwa salah satu langkah strategis yang diambil pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk mendukung reforma agraria adalah pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (*PTSL*). Program ini menawarkan kemudahan bagi masyarakat dan dinilai berhasil. Dia mengungkapkan, dari target pendaftaran sebanyak 125 juta bidang tanah dalam empat tahun terakhir, Kementerian ATR/BPN telah menyelesaikan 108 juta bidang hingga pertengahan tahun 2024. Atas pencapaian ini, Komisi II DPR RI menilai pencapaian tersebut sebagai kebanggaan bagi lembaga legislatif yang menjalin kerjasama dengan Kementerian ATR/BPN. Hal ini dianggap sebagai langkah penting dalam mempercepat kepastian hukum bagi masyarakat, di mana mereka dapat memperoleh sertifikat tanah secara gratis. ANTARA