BANDUNG –
**Borneonews - Bandung**, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan sebuah forum konsultasi publik pada Kamis, 22 Agustus dengan tema *Kanwil DJKN Jabar Melayani Lebih Baik*. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas layanan yang diberikan oleh lembaga. Kepala Kanwil DJKN Kemenkeu Jabar, Tugas Agus Priyo Waluyo, menjelaskan bahwa konsultasi publik ini penting guna mengetahui sejauh mana kepuasan masyarakat atas layanan yang telah diberikan. Ia juga ingin memastikan tidak adanya pungutan liar dari pegawainya. "Jika memang tidak ada laporan mengenai pungutan, berarti tujuan kami adalah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi," ungkapnya dalam keterangan pers. Selama sesi konsultasi yang berlangsung beberapa jam ini, sejumlah perwakilan dari berbagai instansi pemerintah, BUMN, serta lembaga penyiaran ikut berpartisipasi. Agus menyatakan bahwa umumnya semua peserta memberikan apresiasi terhadap kinerja DJKN Jabar. Dari forum ini, muncul beberapa masukan khususnya dari lembaga perbankan yang berbagi pengalaman mengenai lelang hak tagih (piutang) maupun pengalihan piutang. Salah satu perwakilan dari BNI mengungkapkan bahwa mereka ingin berbagi mengenai keberhasilan lelang cessie yang telah dilaksanakan oleh Bank Jawa Barat. Disamping itu, Agus juga menyoroti penurunan daya laku lelang barang jaminan yang terjadi di Jawa Barat pada tahun 2024. Ia menambahkan bahwa penurunan ini diindikasikan oleh kurangnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai lelang barang jaminan. "Perlu ada upaya lebih dalam menginformasikan lelang barang jaminan tersebut. Kami juga harus memberikan edukasi kepada calon pembeli tentang keuntungan yang bisa didapat dari mengikuti lelang," tuturnya. Agus menyadari bahwa di Jawa Barat, masih banyak masyarakat yang belum mendapat informasi yang memadai mengenai lelang. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tingkat sosialisasi di wilayah ini setara dengan provinsi besar lainnya seperti Jawa Timur. Namun, ada perbedaan yang mencolok terkait tingkat keberhasilan. "Saya melihat jika pada saat sosialisasi di Jawa Barat, tingkat perhatian peserta tidak sebesar di Jawa Timur. Di sana, perhatian peserta saat sosialisasi sangat penuh, yang mungkin menjadi salah satu faktor keberhasilan mereka," jelas Agus. Dengan demikian, Agus menekankan pentingnya upaya lebih lanjut dalam sosialisasi serta edukasi mengenai lelang untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman masyarakat. ANTARA