JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, kembali melaksanakan uji coba program makan bergizi gratis bagi siswa sekolah dasar. Kali ini, kegiatan ini berlangsung di Sekolah Dasar Negeri 03 Rawabadak Utara yang terletak di Jakarta Utara. Menu yang disajikan dalam uji coba kali ini lebih bervariasi dibandingkan sebelumnya. Para siswa menikmati hidangan yang terdiri dari nasi putih, telur dadar, sayur capcay, orek tempe, ayam teriyaki, dan pisang. Menurut pengamatan Heru, anak-anak tampak lebih menyukai menu yang mengandung telur. Dalam sebuah tanya jawab, siswa-siswa menyatakan keinginan mereka untuk kembali menikmati nasi, telur, dan ayam pada pertemuan mendatang. Heru mengungkapkan bahwa setiap porsi menu hari ini memiliki biaya sekitar Rp20.000, yang sudah termasuk dalam biaya pengemasan. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan program makan bergizi ini dan menyatakan bahwa variasi menu akan konsisten dilakukan agar siswa tidak merasa bosan. Pemberian makanan bergizi gratis dimulai pada pukul 09.30 WIB. Dalam kesempatan itu, Heru menjelaskan bahwa waktu pemberian makanan dipilih dengan tepat, karena beberapa siswa mengaku belum sarapan. Hasilnya, sekitar 90 persen siswa menyelesaikan makanannya, sementara sebagian lainnya merasa masih kenyang. Pada uji coba kali ini, Dharma Jaya berkontribusi dengan menyediakan 600 porsi. Heru juga menjelaskan bahwa program ini bersinergi dengan Yayasan Kumala, yang bertugas untuk mendaur ulang kemasan makanan plastik yang digunakan, sehingga mengurangi limbah dan menjaga kebersihan lingkungan. "Sekolah mendapatkan makanan gratis, anak-anak menerima gizi yang memadai, dan kami pun menghindari penyebaran sampah," ujarnya. Sebelumnya, pendanaan untuk program uji coba makan bergizi gratis ini berasal dari dana operasional gubernur. Heru menyatakan bahwa ke depannya, perusahaan milik daerah (BUMD) akan secara bergantian menyediakan menu untuk program ini, sebelum kembali kepada anggaran yang dialokasikan oleh dirinya sendiri. Heru juga menegaskan bahwa saat ini belum ada keputusan pasti mengenai apakah anggaran untuk program ini akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Kami masih menunggu petunjuk pelaksanaan dari pemerintah pusat," ujar Heru. Ia menambahkan bahwa jika ada kebijakan yang memerlukan pengalokasian dana APBD, pihaknya siap untuk melaksanakannya. Sementara itu, Heru dan BUMD akan terus menjadi penyedia menu yang berganti-ganti hingga adanya kejelasan mengenai anggaran untuk program yang telah dijalankan sebelumnya, seperti program makan bergizi gratis yang sudah pernah dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Cideng 07, Gambir, Jakarta Pusat. ANTARA