**Borneonews - Mukomuko**, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mukomuko, yang terletak di Provinsi Bengkulu, mengusulkan agar dilakukan pembangunan irigasi dengan sistem pipanisasi. Proyek ini bertujuan untuk mengalirkan air dari sungai ke sekitar 260 hektare lahan sawah tadah hujan yang tersebar di Kecamatan Ipuh.
Apriansyah, perwakilan dari Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, menyatakan bahwa pengembangan irigasi untuk lahan sawah tadah hujan merupakan salah satu agenda penting yang harus segera ditangani. Ia menekankan bahwa pipanisasi yang direncanakan akan menggunakan gravitasi dari Sungai Muar untuk menyalurkan air sehingga dapat mengairi sawah-sawah tersebut dengan lebih efektif.
Sebanyak 260 hektare sawah tadah hujan berada di Desa Pasar Ipuh, dan dikelola oleh 15 kelompok tani yang berasal dari lima desa di sekitar area tersebut. Kelima desa yang dimaksud adalah Desa Tanjung Harapan, Desa Pasar Ipuh, Desa Pasar Baru, Desa Medan Jaya, dan Desa Pulai Payung.
Apriansyah menambahkan bahwa meskipun telah ada saluran irigasi di wilayah ini, perawatannya kurang maksimal. Akibatnya, air tidak mengalir ke area persawahan dengan baik. Dengan pemanfaatan air dari Sungai Muar, potensi mengalirkan air ke lahan pertanian dapat dieksplorasi lebih optimal, mengingat kendala utama pada lokasi tersebut adalah ketersediaan sumber air.
Setelah sumber air bisa diakses, Apriansyah percaya bahwa saluran irigasi yang telah ada dapat dimanfaatkan kembali dengan baik. Metode pipanisasi yang menggunakan gravitasi dari Sungai Muar dipandang cukup efektif untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian di daerah tersebut.
Dia juga menjelaskan bahwa jika terus menggunakan sistem pompanisasi, para petani akan kesulitan dalam menanggung biaya operasionalnya yang tergolong tinggi. Pompanisasi memerlukan berbagai biaya, mulai dari pembelian bahan bakar minyak (BBM) hingga pemeliharaan mesin yang sering kali mengalami kerusakan. Oleh karena itu, metode ini tidak terlalu efisien dan menambah beban ekonomis bagi para petani.
Selain itu, Apriansyah mengungkapkan bahwa sebenarnya terdapat program dari Kementerian Pertanian yang ditujukan untuk mengatasi permasalahan irigasi melalui sistem pompanisasi, sehingga lahan sawah tadah hujan bisa mendapatkan pasokan air yang memadai. Terkait hal ini, ia merekomendasikan agar Dinas Pertanian setempat dapat mengajukan usulan untuk pelaksanaan program tersebut demi meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah itu.
ANTARA
Usulan Pembangunan Irigasi Pipanisasi untuk Sawah Tadah Hujan di Mukomuko
Bagikan:

BENGKULU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Komentar (0)
Memuat komentar…







