JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Salah satu calon potensial untuk posisi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Rochman, yang akrab dipanggil Cak Adung, telah memutuskan untuk tidak melanjutkan pencalonannya dalam kontestasi tersebut. Keputusan ini diambil setelah adanya permohonan dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar ia lebih memprioritaskan tugas dan tanggung jawabnya di pemerintahan. Adung menyatakan, "Setelah berdiskusi secara mendalam dengan Gus Men, saya mendapatkan arahan untuk fokus pada tugas-tugas yang ada di Kementerian Agama. Oleh karena itu, dengan penuh rasa hormat, saya memutuskan untuk menarik diri dari pencalonan sebagai ketua umum PKB. Sebagai santri, saya merasa berkewajiban untuk menghormati arahan dari beliau sebagai sosok yang saya anggap sebagai kiai dan pemimpin." Keputusan ini, menurutnya, mungkin akan mengejutkan banyak pihak, termasuk para kiai dan pengurus cabang PKB yang telah memberikan dukungan untuk pencalonannya. Meskipun demikian, Cak Adung berharap agar Muktamar PKB yang akan datang tetap berlangsung secara demokratis dan menghasilkan pemimpin yang memiliki komitmen kuat untuk kemajuan partai. Lebih lanjut, Adung menyampaikan pentingnya menjadikan muktamar sebagai ajang evaluasi yang kritis. Ia ingin PKB kembali dikenal sebagai partai yang reformis dan modern. "Dengan seluruh kerendahan hati, saya minta maaf atas keputusan ini. Saya yakin perubahan dan kemajuan di PKB akan segera terwujud dengan kesadaran dan komitmen dari seluruh kader," katanya. Di sisi lain, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan bahwa ia baru menerima permohonan dari Abdul Rochman untuk diizinkan mengikuti kontestasi di Muktamar VI PKB pada hari yang sama. Sebagai atasan, ia berpendapat bahwa Adung seharusnya fokus menyelesaikan berbagai tugas yang ada di instansi pemerintah, sehingga tidak memperbolehkannya untuk terlibat dalam pemilihan ketua umum. "Saya tidak memberikan izin karena masih banyak pekerjaan di kementerian yang harus diselesaikan. Adung sudah berkomitmen untuk membantu tugas-tugas di Kementerian Agama," tuturnya. Menag Yaqut juga menyampaikan rencananya untuk menemui kiai-kiai guna menjelaskan keputusan pembatalan pencalonan ini. "Saya akan menyampaikan informasi ini kepada para kiai yang telah memberikan dukungan kepada Adung. Pembatalan ini semata-mata demi kepentingan masyarakat yang lebih luas, yang membutuhkan perhatian penuh dari Adung," ujarnya. ANTARA