JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura, Papua, aktif melakukan sosialisasi mengenai penanganan awal untuk korban tenggelam. Hal ini khususnya ditujukan kepada masyarakat yang memiliki objek wisata di sepanjang Pantai Holtekamp. Kepala BPBD Kota Jayapura, Asep Khalid, menyatakan bahwa di Pantai Holtekamp sering terjadi insiden tenggelam yang mengakibatkan korban jiwa. Situasi ini telah menjadi perhatian serius bagi pihaknya dan juga instansi-instansi terkait lainnya. "Ke depan, kami akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk menangani permasalahan ini dengan lebih baik," ujar Asep dalam keterangannya. Dia menjelaskan bahwa pada tahun 2025, BPBD berencana untuk menyediakan cincin pelampung yang akan dibagikan kepada masyarakat, khususnya kepada pengelola objek wisata. Cincin pelampung ini diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat sebagai alat pertolongan pertama saat terjadi insiden tenggelam. Asep berharap adanya area di sekitar Pantai Holtekamp yang dapat dimanfaatkan untuk mendirikan posko bagi tim SAR. Dengan keberadaan posko tersebut, tim SAR dapat memantau aktivitas masyarakat secara terus-menerus selama 24 jam. "Saat terjadi insiden tenggelam, kami bersama tim SAR selalu melakukan pencarian secara aktif. Namun, pemantauan yang kami lakukan sebanyak dua kali dalam seminggu dirasa kurang optimal," ungkapnya. Hal ini disebabkan oleh ketiadaan fasilitas seperti posko yang dapat mempercepat respon terhadap situasi darurat. "Adanya posko untuk tim SAR akan sangat membantu dalam melakukan pertolongan kepada korban tenggelam dengan lebih cepat. Kami berharap pada tahun 2025 sudah memiliki posko tersebut," tutupnya. ANTARA