**Borneonews - Hamilton**, Utusan Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Riyad Mansour, menegaskan pentingnya sebuah gencatan senjata di Jalur Gaza dan mengundang anggota Dewan Keamanan PBB untuk menyaksikan secara langsung kondisi yang mengerikan yang dialami oleh masyarakat Palestina.
Dalam sebuah sesi Dewan Keamanan yang membahas isu Palestina pada tanggal 22 Agustus, Mansour meminta semua pihak yang memiliki kepedulian untuk hadir dan bersama-sama menyerukan gencatan senjata di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa Gaza saat ini tidak memerlukan lebih banyak kerusakan dan kehilangan jiwa. Menurutnya, wilayah ini telah mengalami kehancuran akibat serangan bom dan peluru, yang kini diperparah oleh krisis kelaparan dan penyakit yang dipicu oleh pendudukan.
"Gaza sedang membutuhkan proses pemulihan kehidupan, dan itu harus dilakukan segera," ungkapnya. Mansour menjelaskan bahwa warga Palestina di Jalur Gaza telah merasakan dampak dari keruntuhan layanan dasar akibat serangan yang berlangsung. Ia menilai pemerintah Israel tampak acuh terhadap kondisi warganya sendiri, bahkan lebih fokus pada pembunuhan warga Palestina ketimbang melindungi orang Israel.
Mansour juga mengingatkan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, tentang perlunya pengiriman minimal 600 truk bantuan kemanusiaan setiap hari ke Jalur Gaza. Ia kemudian mempertanyakan mengapa Dewan Keamanan PBB belum mengambil tindakan untuk merealisasikan pernyataan tersebut. Tidak ada alasan bagi Israel untuk terus menerus membunuh warga sipil Palestina yang tidak bersalah, termasuk anak-anak dan bayi. Seberapa lama lagi kita akan terus mengecewakan mereka? tambahnya.
Mansour kemudian menyoroti rencana kepemimpinan Palestina untuk mengadopsi langkah-langkah lebih lanjut di PBB, termasuk mendorong penerapan pendapat penasihat dari Mahkamah Internasional guna menghentikan pendudukan Israel. Kami akan segera melaksanakan tindakan lain untuk mengakhiri pendudukan yang ilegal ini, tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa waktu untuk menunggu telah berlalu; saatnya untuk bertindak adalah sekarang. Mansour mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera memenuhi mandatnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Ia meminta anggota dewan untuk menerapkan gencatan senjata secepat mungkin, menghentikan penderitaan yang berkepanjangan, serta melindungi anak-anak dan semua warga sipil sesuai dengan ketentuan hukum internasional dan kemanusiaan.
Di sisi lain, utusan baru Israel untuk PBB, Danny Dannon, menanggapi pernyataan Mansour dengan menyebutnya sebagai teroris berjas. Dannon menambahkan bahwa jika Mansour tidak mengutuk Hamas, maka ia dianggap sejalan dengan kelompok tersebut.
ANTARA
Gencatan Senjata di Jalur Gaza, Seruan Palestina pada PBB
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







