**Borneonews - Samarinda**, Seorang ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman (Unmul) di Samarinda, Kalimantan Timur, mengemukakan bahwa transformasi ekonomi yang berlangsung di Indonesia memiliki tantangan dan manfaat, baik bagi pelaku usaha maupun perekonomian secara umum.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada hari Jumat, Dr. Aji Sofyan Effendi menjelaskan bahwa terdapat beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari transformasi ini. Di antaranya adalah diversifikasi dalam peluang bisnis, peningkatan produktivitas dan efisiensi, akses yang lebih baik dalam modal dan pembiayaan, penguatan daya saing di pasar global, serta adanya dukungan dari kebijakan dan infrastruktur yang lebih baik.
Namun, di sisi lain, transformasi ekonomi juga menghadirkan berbagai tantangan. Tantangan tersebut mencakup terjadinya disrupsi di pasar serta bisnis tradisional, peningkatan kompetisi yang semakin ketat, ketidakpastian dan risiko yang terkait dengan ekonomi, perubahan kebutuhan tenaga kerja, serta kewajiban untuk mematuhi regulasi-regulasi baru yang ditetapkan.
Dr. Aji menegaskan bahwa kondisi transformasi ekonomi saat ini memberikan peluang yang sangat besar bagi pelaku bisnis. Khususnya dalam hal ekspansi, efisiensi, dan peningkatan daya saing global. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pelaku bisnis harus siap menghadapi tantangan yang signifikan, seperti disrupsi pasar, meningkatnya persaingan, dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perkembangan teknologi dan regulasi.
Menurutnya, untuk memanfaatkan segala keuntungan yang ada sembari meminimalkan risiko, pelaku usaha perlu menerapkan strategi yang tepat. Inovasi dan fleksibilitas menjadi kunci dalam menghadapi era transformasi ekonomi nasional yang terus berubah.
Lebih jauh, Dr. Aji juga memberikan masukan kepada pemerintah untuk dapat mengatasi berbagai permasalahan dan dinamika kompleks yang menjadi bagian dari transformasi ini. Ia merekomendasikan agar pemerintah membentuk badan khusus yang ia sebut sebagai Badan Transformasi Ekonomi Indonesia. Badan ini diharapkan dapat mengatur kebijakan-kebijakan yang terkait dengan transformasi ekonomi, sehingga Indonesia dapat menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di tengah perubahan ekonomi global.
Badan Transformasi Ekonomi Indonesia dapat berperan sebagai pusat koordinasi, perencanaan, dan pengawasan, yang memastikan proses transformasi dilakukan secara efektif, inklusif, dan berkelanjutan. Tujuannya adalah agar Indonesia bisa mencapai visi sebagai negara maju pada tahun 2045.
Selain itu, Dr. Aji juga menekankan perlunya pemerintah untuk menetapkan regulasi hukum yang berkaitan dengan kebijakan transformasi ekonomi. Regulasi ini sangat penting untuk menjamin bahwa proses perubahan dalam ekonomi berlangsung dengan efektif, adil, dan berkelanjutan. Dengan adanya regulasi yang jelas, hal ini tidak hanya akan memberikan kepastian hukum serta melindungi kepentingan publik, tetapi juga akan mendukung inovasi, mendorong investasi, dan memastikan bahwa hasil dari transformasi ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh komponen masyarakat di Indonesia.
Ia menekankan bahwa bentuk regulasi hukum ini bisa berupa undang-undang atau peraturan pemerintah yang menjadi acuan mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
ANTARA
Transformasi Ekonomi Nasional, Tantangan dan Peluang bagi Usaha
Bagikan:

SAMARINDA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Perdamaian
Komentar (0)
Memuat komentar…







