SEMARANG –
**Borneonews - Demak**, Lomba kampung juara yang diadakan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, adalah inisiatif untuk mengatasi problematika kawasan kumuh di daerah tersebut. Menurut Bupati Demak, Eisti’anah, kompetisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang lomba, tetapi juga sebagai salah satu solusi untuk memperbaiki kondisi lingkungan. Eisti’anah menjelaskan bahwa hasil dari perlombaan ini terbukti cukup efektif, mendorong tiap kampung untuk berlomba-lomba meningkatkan kualitas diri. Ia menekankan bahwa kampung-kampung yang sebelumnya kurang layak huni kini berusaha menata dan memperbaiki diri menjadi lebih baik. Selain itu, lomba ini juga bertujuan untuk menyadarkan masyarakat agar lebih peduli dan mencintai lingkungan sekitarnya. Upaya tersebut termasuk menjaga kebersihan di jalanan, memperhatikan drainase, merawat ruang publik, serta menyediakan fasilitas yang memadai untuk pengelolaan sampah. Menurut bupati, perlunya menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan adalah kunci untuk menciptakan kawasan yang sehat dan nyaman bagi penduduk. Para pemenang lomba akan menerima dukungan anggaran berupa pembangunan fisik yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing. Salah satu tokoh masyarakat dari Kampung Krajan, Desa Wonosalam, yang berhasil meraih juara pertama dalam lomba ini, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Khadirin, tokoh tersebut, mengungkapkan bahwa penilaian lomba berlangsung pada bulan Agustus 2024, sementara persiapan sudah dilakukan jauh sebelumnya, seiring dengan pengalaman mengikuti lomba-lomba serupa di tahun-tahun sebelumnya. Ia mencatat bahwa pada tahun 2022, kampungnya pernah meraih juara harapan, dan dengan usaha yang lebih keras, tahun ini mereka berhasil meraih posisi teratas. Lebih lanjut, Khadirin menekankan bahwa kompetisi kampung juara ini berperan signifikan dalam mengubah pola pikir masyarakat. Dari yang sebelumnya kurang peduli terhadap lingkungan, kini masyarakat lebih sadar akan pentingnya kebersihan dan kualitas lingkungan. Kriteria penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari kebersihan dan sanitasi, penghijauan, ketertiban, hingga keindahan dan keberlanjutan. Ia juga menyadari bahwa mengubah kebiasaan masyarakat bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan waktu. Namun, berkat kerjasama yang solid antarwarga, tidak hanya ketertiban yang meningkat, tetapi juga kepedulian terhadap penciptaan lingkungan yang bersih. Kampung mereka kini memiliki taman bunga yang indah dan saluran irigasi yang lebih teratur dan bersih. ANTARA