JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, memberikan tanggapannya mengenai kerusakan fasilitas umum dan sosial yang terjadi akibat demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR, Jakarta pada Kamis, 22 Agustus. Dalam kesempatan tersebut, Heru mengungkapkan bahwa kerusakan yang terjadi merupakan salah satu risiko dari aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat. Heru, yang berada di sela-sela kegiatan uji coba penyediaan makan bergizi secara gratis di kawasan Rawa Badak, menekankan pentingnya memahami konsekuensi dari setiap kegiatan demonstrasi. Ia menyatakan, “Ya, itu adalah risiko yang merupakan bagian dari sebuah kegiatan.” Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar kerusakan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) tidak terjadi lagi di masa mendatang. Dengan tegas, Heru juga menyatakan bahwa perbaikan atas fasilitas yang rusak menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Pemprov DKI akan memperbaiki. Saya berharap tidak ada lagi kerusakan pada fasos dan fasum yang ada. Namun, itulah tanggung jawab Pemprov DKI,” ujarnya. Sebelumnya, aksi demonstrasi di depan Gedung DPR di Jakarta pada 22 Agustus sempat menyebabkan ketegangan antara para pengunjuk rasa dan pihak Kepolisian. Dalam situasi tersebut, terlihat kobaran api di area gedung parlemen ketika aparat keamanan berusaha untuk membubarkan masa. Salah satu fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut adalah Halte Stadion yang terletak di Jalan Asia Afrika. Pihak berwenang segera melakukan tindakan pemadaman terhadap kobaran api yang muncul di lokasi tersebut. ANTARA