BORNEONEWS, Gumas - Kondisi asrama mahasiswa Kabupaten Gunung Mas (Gumas), di Jalan B. Koetin, komplek Universitas Palangka Raya (Unpar), sangat memprihatinkan. Fasilitas di asrama tersebut minim, sehingga berdampak kurang baik bagi mahasiswa yang tinggal di asrama itu.

Anggota DPRD Gunung Mas, Untung Jaya Bangas sangat prihatin terhadap keadaan asrama mahasiswa Kabupaten Gumas. Padahal, cukup banyak mahasiswa asal Kabupaten Gumas yang menempuh pendidikan di Unpar tinggal di asrama tersebut.

“Belum lama ini saya ada mengunjungi asrama mahasiswa Kabupaten Gunung Mas. Sangat banyak fasilitas yang kurang di asrama itu,” ujar anggota DPRD Gunung Mas, Untung Jaya Bangas kepada wartawan melalui sambungan telepon selular, Rabu (29/6/2016).

Anggota DPRD Gunung Mas, Untung Jaya Bangas menyampaikan beberapa fasilitas yang kurang di asrama itu, seperti air, dapur umum untuk tempat memasak, ada kamar yang bocor dan mesin pemotong rumput. Hal tersebut berdampak kurang baik bagi mahasiswa yang tinggal di asrama itu. Padahal, saat ini mahasiswa yang tinggal di asrama mahasiswa Gunung Mas sebanyak 24 orang.

“Dengan kondisi tendon (penampung air) yang kecil, sehingga kekurangan air. Banyak mahasiswa ke kampus tidak mandi. Di samping itu ada dua WC yang lantai keramiknya jebol. Bahkan yang memprihatinkan lagi, mahasiawa memasak dalam kamar, karena tidak ada tempat memasak. Menurut saya itu tidak manusiawi, Sebab di situ tempat tidur, tempat memasak dan tempat makan,” tegasnya.

Terkait dengan kedaan tersebut, politisi Partai Demokrat itu meminta kepada Pemkab Gumas melalui Dinas Pendidikan supaya memperhatikan asrama tersebut. Agar jangan sampai terus-terusan keadaan asrama memprihatinkan. “Untuk mengelola asrama harus ada dari dinas terkait, pegawai atau honorer yang digaji oleh Pemkab Gunung Mas,” cetus dia.

Menurut dia asrama mahasiswa Gumas adalah investasi untuk menampung mahasiwa dari Kabupaten Gumas yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, sehingga sangat layak untuk diperhatikan secara serius.

“Saat ini mahasiswa laki-laki dan perempuan cuma berbeda kamar, itu sebenarnya tidak etis. Pada 2017, perlu dilakukan pembenahan di asrama mahasiswa Gunung Mas. Saya akan perjuangankan pada anggaran perubahan untuk tandon air karena sangat diperlukan,” katanya. (EPRA SENTOSA/N).