PONTIANAK –
**Borneonews - Sambas**, Pemerintah Kabupaten Sambas yang terletak di Kalimantan Barat, telah mengambil langkah signifikan dalam mendukung percepatan pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sambas. Penyerahan hibah bangunan ini dilakukan dalam bentuk kerja sama yang resmi melalui penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) bersama Kepala BNN Provinsi Kalimantan Barat, Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto. Bupati Sambas, Satono, menyampaikan bahwa penandatanganan ini merupakan komitmen pihaknya untuk melawan serta mencegah penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabupaten Sambas. Ia menjelaskan bahwa selama proses pembangunan kantor BNNK, sementara waktu, BNNK akan menggunakan salah satu aset Pemkab Sambas yaitu Puskesmas Terigas Sambas sebagai lokasi operasional. Satono juga menekankan pentingnya perhatian terhadap potensi kerawanan penyalahgunaan narkoba, mengingat Kabupaten Sambas berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Fenomena ini menjadi salah satu alasan mendasar dibentuknya BNNK, yang diharapkan dapat berfungsi sebagai langkah nyata untuk melindungi generasi muda bangsa dari pengaruh negatif barang haram. Ia menambahkan, masalah penyalahgunaan narkoba merupakan tantangan yang harus dihadapi secara kolektif. "Kita tidak ingin di tengah kemajuan yang diraih oleh Sambas, justru perkembangan generasi penerus kita terganggu oleh narkoba," tegasnya. Dengan adanya upaya cepat dalam membentuk BNNK Sambas, Bupati Satono berharap akan tercapai optimalisasi dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba. Rencana ini mencakup peningkatan partisipasi masyarakat, penguatan program rehabilitasi, serta penerapan hukum yang lebih tegas. Akhirnya, Bupati juga memberikan apresiasi kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah berperan aktif dalam menjaga Kabupaten Sambas dari ancaman narkoba. "Kami bersyukur karena hari ini kita memulai langkah penting dalam mempercepat pembentukan BNN Kabupaten," ungkapnya. ANTARA