JAKARTA –
**Borneonews - Padang**, Ekspor memegang peranan penting dalam menjaga keberlanjutan perekonomian Indonesia, terutama di era pasca-pandemi COVID-19 yang penuh ketidakpastian global. Hal ini disampaikan oleh Badan Karantina Pertanian Indonesia (IQA) melalui Direktur Tindakan Karantina Ikan, Wahyu Widodo. Wahyu menekankan bahwa pemerintah Indonesia telah meluncurkan program *Merdeka Ekspor* sebagai langkah strategis untuk memulihkan kondisi ekonomi negara. Menurutnya, program ini sangat relevan dalam konteks globalisasi yang semakin meningkat, di mana ekspor bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak bagi Indonesia agar perekonomiannya tetap berkelanjutan. Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa program nasional ini menjadi wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan jumlah ekspor dengan tujuan meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia di pasar internasional. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah berusaha konsisten dalam menjaga kualitas produk sambil memastikan ketersediaan yang memadai. Ia yakin bahwa pelaksanaan yang optimal dari Program Merdeka Ekspor akan memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Dalam konteks Provinsi Sumatra Barat, Wahyu mencatat bahwa daerah ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekspor produk perikanan, termasuk ikan, udang, lobster, dan kepiting. Dengan mengacu pada data yang ada, ia menyebutkan bahwa nilai ekspor ikan kerapu dari Sumatra Barat ke Hong Kong telah melampaui Rp60 miliar (US$3,9 juta) per Juni 2024. Ia juga mendorong pemerintah provinsi untuk terus mengoptimalkan potensi perikanan daerah. "Rata-rata, Sumatra Barat dapat mengekspor ikan kerapu ke Hong Kong sebanyak dua hingga tiga kali dalam setahun," ungkapnya. Sebelumnya, pada hari Kamis, 22 Agustus, Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah, menginformasikan bahwa provinsi ini telah mengirimkan konsinyasi ekspor ikan kerapu ke Hong Kong dengan total berat mencapai 11 ton dan nilai mencapai Rp2 miliar (US$129 ribu). Mahyeldi menambahkan bahwa ekspor ini merupakan pelaksanaan dari Program Merdeka Ekspor, dan pihaknya menargetkan untuk mengekspor 15 ton ikan kerapu dalam pengiriman berikutnya. ANTARA