MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) telah melaksanakan apel akhir sebagai persiapan pengamanan untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Apel yang dilaksanakan dengan nama sandi *Operasi Mantap Praja Rinjani 2024* ini berlangsung di lapangan eks Bandara Selaparang, Kota Mataram. Kepala Polda NTB, Irjen Pol. Raden Umar Faroq, menyampaikan bahwa kegiatan apel ini bertujuan untuk melakukan pengecekan terhadap semua personel serta sarana pendukung yang diperlukan untuk menjaga keamanan. Ia menegaskan pentingnya memastikan kesiapan dalam melaksanakan operasi yang akan berlangsung selama 131 hari, dimulai dari tanggal 24 Agustus 2024. Dalam rangka pengamanan Pilkada Serentak 2024, Polda NTB akan melibatkan 6.895 personel kepolisian, dengan rincian 2.700 personel berasal dari Polda NTB dan sisanya dari berbagai jajaran polres di wilayah tersebut. Semua personel tersebut akan disebar ke seluruh tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di NTB. Terdapat total 8.405 TPS yang telah dipetakan oleh pihak kepolisian berdasarkan tingkat kerawanan gangguan. Berdasarkan pemetaan tersebut, sebanyak 6.821 TPS tergolong dalam kategori kurang rawan, 1.444 TPS masuk dalam kategori rawan, sedangkan 140 TPS dianggap sangat rawan, dan 25 TPS dikategorikan sebagai TPS khusus. Kapolda NTB juga mengimbau kepada seluruh personel yang terlibat untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan yang mungkin timbul. Ia menyerukan agar personel segera memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi konflik dan mengambil langkah-langkah pencegahan serta penanganan yang efektif dan tepat. Apabila ditemui situasi konflik yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan, pihak Kapolda berharap semua personel dapat segera melakukan tindakan penyelesaian yang sesuai dengan prosedur yang berlaku. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga dianggap krusial dalam pelaksanaan pengamanan di lapangan. Pihak kepolisian akan mengedepankan langkah-langkah pencegahan untuk mengantisipasi aksi teror yang mungkin terjadi. ANTARA