SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Kericuhan terjadi dalam unjuk rasa yang diadakan oleh ratusan mahasiswa di depan kantor DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, pada hari Jumat. Aksi demonstrasi ini dilakukan untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (*MK*) dan menolak revisi Undang-Undang mengenai Pemilihan Kepala Daerah (*Pilkada*) tahun 2024. Kekacauan dalam aksi tersebut dimulai saat ada lemparan botol air mineral dari kerumunan massa ke arah petugas kepolisian yang berada di belakang kawat berduri yang menjaga gedung dewan. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan memicu terjadinya adu dorong antara peserta demonstrasi dan aparat keamanan. Beruntung, orator yang berada di atas mobil berhasil mencegah kondisi semakin memburuk dengan meminta peserta untuk tidak terprovokasi. "Jangan terprovokasi, jangan terprovokasi," teriaknya dengan tegas. Kericuhan ini diduga dipicu oleh ketidakpuasan massa yang belum mendapatkan kejelasan untuk menemui pimpinan DPRD Jawa Timur. Seorang peserta mengungkapkan, "Kami sudah lebih dari tiga jam menunggu di sini, tetapi tidak ada satu pun pimpinan DPRD yang menemui kami." Aksi ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan tujuan untuk menyuarakan penolakan terhadap perubahan kebijakan yang mereka anggap merugikan demokrasi. Hingga saat ini, unjuk rasa masih berlangsung dengan pengamanan ketat oleh pihak kepolisian yang berjaga di lokasi. Situasi di depan gedung DPRD Jatim tetap tegang, dan demonstrasi masih berjalan di Jalan Indrapura Surabaya saat berita ini disusun. ANTARA