**Borneonews - Rangkasbitung**, Produksi gabah hasil panen di Kabupaten Lebak, Banten mengalami penurunan pada Agustus 2024. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh serangan hama *wereng batang coklat* (WBC) dan dampak dari kemarau panjang yang mengakibatkan pengairan yang tidak optimal.
Ketua Kelompok Tani Sukabungah, Ruhiana, menyampaikan bahwa meskipun tanaman padi terkena serangan hama WBC, panen masih dapat dilaksanakan. Namun, hasil panen yang diperoleh menurun signifikan, dari 6 ton menjadi 4,5 ton per hektare.
Kendala yang dihadapi oleh para petani adalah kombinasi antara serangan hama dan kurangnya ketersediaan air akibat fenomena cuaca seperti El Nino. Untungnya, meskipun ada penurunan produksi, para petani tetap bisa memanen padi mereka, sehingga tidak mengalami kerugian yang signifikan.
Dalam hal keuntungan, bila harga gabah pungut ditetapkan pada Rp6.000 per kilogram, maka dari hasil panen 4,5 ton, pendapatan yang dapat dicapai adalah sekitar Rp27,5 juta. Setelah dipotong biaya produksi yang berkisar Rp15,5 juta per hektare, petani bisa meraih keuntungan sekitar Rp12 juta per hektare. Jika jumlah ini dibagi dalam jangka waktu empat bulan, maka petani akan mendapatkan pendapatan bulanan sekitar Rp3 juta.
Ruhiana mengungkapkan rasa syukur meskipun hama WBC dan kemarau melanda, hasil panen yang diperoleh masih memungkinkan untuk memberikan hasil bagi petani. Hal serupa dirasakan oleh Ujang, seorang petani berusia 55 tahun dari Kalanganyar. Ia merasa lega karena panen padi yang diperoleh dapat mendukung ekonomi keluarganya.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, menjelaskan bahwa luas area panen padi di wilayah tersebut mencapai 9.400 hektare pada bulan Agustus 2024. Meskipun sebagian tanaman mengalami dampak dari serangan hama WBC dan faktor lingkungan yang tidak mendukungtermasuk kondisi cuaca panas dan lembab yang menyertai musim kemarautanaman padi masih mampu dipanen.
Deni juga mengimbau kepada para petani yang telah menuai hasil panen untuk melakukan perencanaan tanam lebih awal pada bulan September. Dia menyarankan agar menggunakan benih yang tahan terhadap serangan hama untuk meningkatkan produktivitas mereka di masa depan. Meskipun ada penurunan produksi, petani cenderung tidak akan mengalami kerugian yang berarti, berkat harga gabah pungut yang masih terjangkau, yakni Rp6.000 per kilogram.
ANTARA
Produksi Gabah di Lebak Turun Akibat Hama dan Kemarau Panjang
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Komentar (0)
Memuat komentar…







