**Borneonews - Garut**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengumumkan bahwa kebakaran hutan yang melanda Gunung Guntur telah berhasil dipadamkan. Upaya pemadaman yang dilakukan oleh petugas gabungan berlangsung selama empat hari, dengan tujuan mencegah api menyebar ke area lain.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saepuloh, menyatakan bahwa kebakaran di kawasan hutan konservasi tersebut sudah teridentifikasi sejak Senin malam, 19 Agustus. Sejak saat itu, tim dari BPBD bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), kepolisian, dan layanan terkait lainnya, turun ke lapangan untuk melaksanakan pemadaman manual serta membuat sekat-sekat agar api tidak meluas.
Sekitar 40 personel dari berbagai unit dan instansi pemerintah daerah terlibat dalam upaya ini, dengan fokus melakukan pemantauan serta mendatangi lokasi kebakaran. Pendekatan yang kami gunakan adalah dengan memutus jalur api. Oleh karena itu, kami tidak langsung memadamkan api, mengingat nyala api bergerak dengan cepat dan dapat membahayakan, tuturnya.
Aah juga menjelaskan bahwa lokasi yang terbakar terletak cukup jauh dari permukiman penduduk, sehingga tidak ada risiko langsung bagi masyarakat sekitar akibat kebakaran hutan tersebut. Meski begitu, pihak BPBD tetap bersiaga untuk memonitor kawasan Gunung Guntur, mengingat masih adanya potensi kebakaran hutan akibat cuaca panas di musim kemarau.
"Potensi terjadinya kebakaran lahan hutan sangat tinggi saat musim kemarau seperti sekarang ini, sehingga kami akan tetap memantau kondisi tersebut, imbuh Aah.
Walaupun kebakaran telah padam, akses ke kawasan hutan Gunung Guntur masih ditutup untuk masyarakat umum dan wisatawan. Aah mengimbau masyarakat untuk menahan diri dari melakukan aktivitas di sekitar kawasan hutan, khususnya yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau kegiatan lain yang dapat menyalakan api.
"Kami berusaha memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya tidak melakukan tindakan yang dapat menjadi pemicu kebakaran. Kegiatan pendakian masih belum dibuka, mengingat masih terdapat bara api yang dikhawatirkan dapat membahayakan, tegasnya.
Sebelumnya, BKSDA Jawa Barat mencatat bahwa kebakaran tersebut telah menghanguskan sekitar 200 hektare lahan, termasuk alang-alang dan beberapa pohon di kawasan itu. Beruntung, peristiwa kebakaran hutan ini tidak menyebabkan korban jiwa, meskipun cukup merusak ekosistem tanaman hutan di Gunung Guntur.
ANTARA
Kebakaran Hutan Gunung Guntur Berhasil Dipadamkan, Warga Diimbau Berhati-hati
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







