JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan bahwa reformasi dalam tata kelola pasar tenaga kerja di Indonesia adalah sebuah keharusan. Hal ini disampaikan mengingat beragam tantangan kompleks yang dihadapi dalam bidang ketenagakerjaan saat ini. Dalam sambutannya pada pembukaan Festival Ketenagakerjaan (Naker Fest) 2024 yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Wapres mengapresiasi langkah reformasi yang dilakukan melalui Undang-Undang Cipta Kerja. Menurutnya, upaya ini merupakan langkah penting untuk memperbaiki sistem ketenagakerjaan yang ada. Wapres menambahkan bahwa dengan adanya penyederhanaan proses perizinan dan pemberian insentif untuk investasi, Undang-Undang Cipta Kerja diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. "Peningkatan investasi ini diharapkan mampu menciptakan lebih banyak peluang bisnis baru serta memperluas yang sudah ada, sehingga akan meningkatkan kebutuhan tenaga kerja," ungkapnya. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa perbaikan dari sisi penawaran tenaga kerja terus dilakukan melalui revitalisasi pelatihan vokasi. Ini termasuk upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja dengan membangun ribuan Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas serta penyediaan pelatihan vokasi secara daring. Wapres juga menyatakan bahwa perbaikan terhadap mekanisme penetapan upah minimum yang adil bagi pekerja dan pengusaha serta peningkatan layanan ketenagakerjaan, seperti Sistem Informasi Pasar Kerja, sedang dilaksanakan agar lebih terintegrasi secara nasional. Dalam paparannya, Wapres mencermati bahwa tantangan dalam dunia ketenagakerjaan tidak hanya disebabkan oleh faktor internal, seperti rendahnya pendidikan di kalangan angkatan kerja dan dominasi sektor informal, tetapi juga oleh faktor eksternal, yakni digitalisasi. Proses digitalisasi ini tidak hanya membuat waktu kerja menjadi lebih fleksibel, tetapi juga menciptakan jenis pekerjaan baru. "Salah satu fenomena yang mungkin tidak terbayangkan sebelumnya adalah munculnya *remote working*, yang memungkinkan individu untuk menyelesaikan pekerjaan dan mendapatkan penghasilan dari berbagai penjuru dunia," ujar Wapres. Ia menambahkan bahwa digitalisasi terus meluas, khususnya dengan banyaknya generasi Z yang memasuki pasar kerja. "Keunggulan generasi ini dalam pemanfaatan teknologi digital telah membawa perubahan dalam budaya dan kebiasaan kerja. Budaya kerja yang lebih terbuka ini mendorong pasar tenaga kerja menjadi semakin kompetitif," jelasnya. ANTARA