BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Bandarlampung**, Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helmy Santika, menekankan pentingnya keberadaan anggota TNI dan Polri sebagai komponen utama yang menjaga dan memperkuat demokrasi di daerah tersebut. Dalam sebuah apel gelar pasukan yang berlangsung di Bandarlampung, ia menyampaikan bahwa persiapan yang matang diperlukan untuk menangani berbagai ancaman dan tantangan yang mungkin dihadapi oleh Provinsi Lampung. Menurutnya, beberapa ancaman yang mungkin terjadi di Lampung, salah satunya adalah risiko bencana alam. Letak geografis Provinsi Lampung membuat daerah ini rentan terhadap berbagai bencana yang dapat mengganggu stabilitas masyarakat. Selain itu, dinamika demokrasi yang menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) juga menjadi isu lain yang perlu diwaspadai. "Kita harus siap siaga menanggulangi berbagai bencana dan menjaga keamanan saat pesta demokrasi. Semua pihak harus menunjukkan profesionalisme, sebab Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati," tegasnya. Irjen Pol. Helmy Santika menegaskan bahwa peran anggota TNI dan Polri sangat krusial dalam mendukung proses demokrasi di Provinsi Lampung. Melalui pengawalan yang ketat terhadap semua tahap pemilihan, diharapkan proses tersebut dapat berlangsung dengan lancar dan tanpa hambatan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga netralitas, agar tidak ada pihak-pihak tertentu yang mencoba mengganggu keamanan, ketertiban, dan persatuan yang ada di provinsi tersebut. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa selain berfungsi sebagai pengawal demokrasi, anggota TNI dan Polri juga mempunyai tanggung jawab untuk mengayomi masyarakat. "Kesiapsiagaan dalam berbagai bentuk pengamanan, mulai dari keamanan untuk acara VVIP hingga kegiatan masyarakat lainnya sangat crucial. Kita harus siap siaga untuk bertindak sebagai kekuatan utama yang siap memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat, terutama untuk menjaga ketertiban di tengah-tengah masyarakat," pungkasnya. ANTARA