BORNEONEWS, Palangka Raya - Indonesia direncanakan akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Internasional Workshop kerjasama Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN dan Institute of Southeast Asian Studies atau ISEAS-Yusof Ishak Institute untuk tahun 2025 mendatang.
Hal ini disampaikan Senior Fellow, Indonesia Studies Programme, ISEAS-Yusof Ishak Institute, Dr Siwage Dharma Negara dan Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora, BRIN, Dr Rospita O. P. Situmorang saat menyampaikan Closing Remake di penutupan kegiatan kemarin, Kamis, 22 Agustus 2024.
"Kegiatan tahun depan direncanakan akan dilaksanakan di Indonesia," kata Dr Siwage dalam rilisnya pada Jumat, 23 Agustus 2024.
Selain itu, lanjut Dr Rospita, output dari kegiatan yang pesertanya didominasi oleh peneliti BRIN dan dosen-dosen ini ialah akan dibuatkan buku.
"Luaran dari kegiatan ini nantinya akan dibuat sebuah buku. Kebetulan peserta didominasi dari peneliti BRIN dan dosen-dosen," tuturnya lagi.
--page
Kegiatan ini juga diikuti beberapa akademisi dari Indonesia, salah satunya Profesor Rahmawaty dari Universitas Sumatera Utara atau USU yang menjadi salah satu Pembicara dalam Panel 2 bertajuk Praktik Pertanian yang Tidak Berkelanjutan.
Selain itu, Prof Rahmawaty juga menjadi moderator dalam Panel 4 bertajuk "Marginalization and Resource Conflicts" dengan Pembahas Assoc Prof Jamie Davidson dari National University of Singapore. Sementara tiga narasumber dalam Panel 4 yakni Assoc Prof Maribeth Erb (NUS) yang membawa materi "Considering How to Make Tourism Less Extractive and More Sustainable: Examining Recent Developments in Labuan Bajo, Flores", kemudian ada Yogi Setya Permana dari BRIN yang membawa materi Re-interpreting Climate Adaptation: Nickel Mining and the Marginalization of Communities in Indonesia Resource Frontiers, serta ada Dr Rusli Cahyadi yang juga dari BRIN membawa materi "Perpetual Marginalisation: Local Communities in Splintered Nusantara Forest City". (TESTI PRISCILLA/j)









