JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Massa yang terdiri dari buruh dan mahasiswa telah berkumpul di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Jakarta Pusat, pada Jumat sore. Keberadaan mereka untuk melakukan demonstrasi menandakan meningkatnya ketertarikan terhadap dinamika pemilihan umum yang akan datang. Sekitar pukul 15.22 WIB, kelompok mahasiswa mulai membentuk lingkaran dan menyampaikan orasi dari balik pagar beton yang dilengkapi kawat duri. Salah satu orator dari kelompok tersebut menegaskan, "Mahasiswa yang aktif harus mengawasi dengan tuntas agar setiap langkah sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Hal ini penting demi tercapainya keputusan yang adil dan demokratis." Di samping itu, ratusan mahasiswa lainnya juga tampak menyanyikan lagu *Halo-halo Bandung* sambil berjalan menuju lokasi unjuk rasa. Mereka melakukan perjalanan dari arah Jalan Imam Bonjol menuju gedung KPU, membawa semangat promosi demokrasi. Beberapa peserta demonstrasi memegang bendera Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSBI) serta bendera merah putih, termasuk satu bendera oranye yang merupakan simbol dari Partai Buruh. Momen ini menandai persatuan di antara berbagai elemen rakyat yang menyuarakan aspirasi mereka jelang pemilihan yang akan datang. Sebelumnya, pada Jumat siang, sekelompok individu yang tergabung dalam Poros Jakarta serta elemen masyarakat lainnya menggelar doa bersama. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengharapkan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang damai, jujur, dan adil. "Hari ini, kami keluarga besar Poros Jakarta bersama tokoh agama dari berbagai latar belakang, menyampaikan sikap kami serta berdoa agar Pilkada 2024 berlangsung dengan baik," ujar Ketua Umum Poros Jakarta, Biem T. Benjamin, di hadapan Gedung KPU RI. Untuk menjaga keamanan, pihak kepolisian telah menyiapkan 1.293 personel gabungan yang dikerahkan untuk mengantisipasi kemungkinan aksi dari beberapa kelompok warga di depan kantor KPU. Personel gabungan ini berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, serta pemerintah daerah DKI Jakarta dan instansi terkait lainnya. Keberadaan mereka di lokasi bertujuan untuk memastikan bahwa massa tidak dapat memasuki gedung penyelenggara pemilihan umum tersebut. ANTARA