BENGKULU –
**Borneonews - Mukomuko**, Pemerintah Kabupaten Mukomuko di Provinsi Bengkulu mengambil langkah nyata untuk meningkatkan fasilitas pengelolaan sampah di wilayahnya. Tahun ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat melaksanakan program rehabilitasi terhadap delapan kontainer sampah yang telah mengalami kerusakan, terutama di beberapa pasar tradisional. Menurut Ali Mukhibin, Kepala Bidang Pengolahan Sampah, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran di Dinas Lingkungan Hidup, anggaran yang dialokasikan untuk rehabilitasi kontainer tersebut mencapai Rp80 juta. Sumber dana ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024. Dari total delapan kontainer yang akan direhabilitasi, terdapat tiga kontainer yang terletak di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup. Sementara itu, kontainer lainnya tersebar di pasar tradisional di Kecamatan Pondok Suguh dan Kecamatan Penarik, khususnya di pasar KJS. Sebagai bagian dari proses rehabilitasi ini, kontainer-kontainer yang rusak akan dikumpulkan dan diperbaiki di bengkel. Selanjutnya, setelah proses servis selesai, kontainer tersebut akan disebarkan kembali ke lokasi-lokasi pasar tradisional di wilayah Mukomuko. Kegiatan rehabilitasi ini dipandang sebagai bentuk pemeliharaan sarana persampahan yang sudah lama digunakan dan memerlukan perhatian untuk diperbaiki. Ali juga menjelaskan bahwa saat ini proses pengadaan untuk rehabilitasi kontainer sedang berlangsung di Unit Layanan Pelelangan (ULP) setempat. Meskipun anggaran yang disediakan mencapai Rp80 juta melalui penunjukan langsung penyedia barang dan jasa pemerintah, kegiatan ini tetap melibatkan prosedur di ULP untuk memastikan transparansi. DLH Mukomuko sebelumnya mengajukan rehabilitasi terhadap 14 kontainer sampah yang mengalami kerusakan. Namun, hanya delapan kontainer yang disetujui untuk direhabilitasi. Dari 14 kontainer tersebut, tiga berada di DLH, sedangkan yang lainnya tersebar di berbagai lokasi seperti pasar tradisional di Desa Pulai Payung, Kecamatan Ipuh, serta pasar tradisional di Kecamatan Lubuk Pinang, Desa Lubuk Sanai, Kelurahan Koto Jaya, dan objek wisata Danau Nibung. Target pelaksanaan rehabilitasi delapan kontainer ini diharapkan dapat dimulai pada bulan September 2024. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di daerah ini dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. ANTARA