**Borneonews - Palu**, Bank Indonesia (BI) sedang menggencarkan kampanye mengenai cinta terhadap rupiah di kalangan mahasiswa baru Universitas Tadulako (Untad) Palu. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang fungsi rupiah yang tidak hanya sebagai alat tukar resmi, tetapi juga sebagai simbol kedaulatan negara.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Rony Hartawan, menegaskan bahwa uang rupiah seharusnya dipahami lebih dalam. "Fungsi uang rupiah tidak sekadar alat transaksi pembayaran, tetapi sejatinya merupakan simbol dari kedaulatan negara," ungkap Rony saat memberikan materi dalam program pengenalan mahasiswa baru di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untad, pada hari Jumat.
Rony menjelaskan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, BI memiliki amanah untuk mengelola uang rupiah, termasuk dalam hal pengedaran uang tersebut. Menurutnya, gerakan cinta, bangga, dan paham rupiah sangat penting diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama mahasiswa yang merupakan kelompok dengan tingkat pendidikan yang tinggi. Rupiah menjadi representasi dari kemampuan masyarakat dalam mengenali karakteristik dan desain rupiah serta menggunakannya dengan tepat.
Lebih lanjut, Rony menabahkan bahwa peran BI tidak hanya sebatas itu. BI juga bertanggung jawab dalam mengendalikan inflasi, menerbitkan rupiah sebagai alat pembayaran sah, serta mengembangkan sistem pembayaran digital melalui *Quick Response Code Indonesian Standard* (QRIS). Saat ini, masyarakat telah diberi kemudahan dalam bertransaksi melalui berbagai kanal yang tersedia. Oleh karena itu, efisiensi transfer dana melalui BI-FAST dan dukungan BI terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi sangat penting.
Dalam kesempatan tersebut, Rony juga memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang cara mengenali keaslian uang rupiah. Edukasi ini menggunakan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang. Selain itu, Rony mengingatkan mahasiswa untuk menjaga uang rupiah dengan metode 5J: jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.
"QRIS hadir sebagai solusi pembayaran digital yang semakin relevan di era digital saat ini. Metode ini memungkinkan transaksi tanpa harus menggunakan uang tunai saat berbelanja di berbagai tempat," pungkasnya.
ANTARA
Bank Indonesia Edukasi Mahasiswa Untad Jaga Cinta Rupiah
Bagikan:

PALU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







