**Borneonews - Medan**, Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal Agus Andrianto, mengajak masyarakat di Sumatera Utara untuk bersatu dan berkolaborasi dalam memenuhi kebutuhan pangan wilayah ini. Dalam sambutannya pada acara "Bakti Sosial Kebangsaan Nelayan Pesisir" yang berlangsung di Medan, Agus menekankan pentingnya ketahanan pangan yang menjadi prioritas bagi Pemerintah, termasuk Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Agus menjelaskan bahwa perhatian terhadap ketahanan pangan menjadi semakin mendesak mengingat adanya krisis yang disebabkan oleh faktor global, termasuk konflik yang terjadi antara Ukraina dan Rusia serta ketegangan yang melibatkan Palestina. Selain itu, ia juga menggarisbawahi adanya persaingan dagang antara China dan Amerika Serikat yang turut memengaruhi situasi di Indonesia.
Lebih lanjut, Wakapolri mendorong semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk berkumpul dan saling mendukung dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi. Dia menyoroti peran penting Kepala Polda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Pangan Polri dan fokus pada isu-isu terkait pangan.
Agus juga menyatakan bahwa keberhasilan dalam menjaga keamanan di Sumatera Utara akan berdampak positif bagi keamanan Indonesia secara keseluruhan. Dalam konteks ini, dia mengingatkan bahwa Sumatera Utara adalah salah satu provinsi dengan populasi terbesar di luar Pulau Jawa.
Di pihak lain, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah meluncurkan berbagai program untuk meningkatkan ketahanan pangan. Salah satu langkah yang diambil adalah penambahan areal tanam melalui program pompanisasi, optimasi lahan rawan, serta tumpang sih padi gogo.
Menurut rencana, dari bulan Agustus hingga September, terdapat target penambahan areal tanam sebanyak 97.000 hektare. Rincian dari target tersebut adalah optimasi lahan rawa sebanyak 30.442 hektare, program pompanisasi sebanyak 49.704 hektare, dan tumpang sih padi gogo sebanyak 17.148 hektare. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumatera Utara, Muhammad Juwaini, menyatakan bahwa program pompanisasi untuk penambahan areal tanam telah mencapai target yang ditentukan.
Selanjutnya, pada tahun 2024, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan produksi beras mencapai 2.648.660 ton yang diperoleh dari gabah kering giling (GKG) sebesar 4.158.022 ton. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan mensukseskan program-program yang telah dicanangkan.
ANTARA
Wakapolri Ajak Masyarakat Sumut Bersatu Demi Ketahanan Pangan
Bagikan:

MEDAN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Mentan: Pengadaan Bulog Perkuat Cadangan Beras Pemerintah
Komentar (0)
Memuat komentar…







