PALU –
**Borneonews - Sigi, Sulawesi Tengah**, Pemerintah Kabupaten Sigi, yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, berupaya keras untuk meningkatkan produksi pangan lokal melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (*Bumdes*). Langkah ini diambil oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan setempat untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat di wilayah tersebut. Menurut Yoke A Pangdageng, Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi, saat ini pemerintah bermitra dengan berbagai desa untuk membangun *Bumdes* yang diharapkan dapat menyediakan beras dan bahan pangan lainnya untuk kebutuhan masyarakat setempat. "Kami bermitra dengan desa untuk mendirikan *Bumdes*, sehingga dapat menyediakan sembako bagi masyarakat sekitar," ujarnya di Gumbasa. Selain itu, pihak Dinas terus mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam meningkatkan produksi pangan. "Salah satu tugas kami adalah memastikan ketersediaan pangan dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat," imbuhnya. Namun, ada tantangan signifikan yang dihadapi, yaitu perbaikan infrastruktur irigasi yang rusak akibat bencana yang terjadi pada tahun 2018. Infrastruktur irigasi yang hancur telah menyebabkan kerugian pada 5.000 hektare lahan sawah, sehingga pemerintah daerah berfokus pada upaya pemulihan untuk meningkatkan produktivitas pangan dan akses masyarakat terhadap pangan yang berkualitas. "Salah satu tantangan besar adalah memulihkan infrastruktur irigasi yang rusak, dan kami sedang berupaya untuk membangunnya kembali demi meningkatkan ketersediaan pangan," jelas Yoke. Di samping itu, kerusakan jalan juga menjadi kendala bagi masyarakat dalam mengakses pangan berkualitas. Yoke menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk mengenali pangan lokal yang ada di sekitar mereka, seperti ubi, kentang, jagung, dan berbagai umbi-umbian lainnya. "Pangan lokal yang tersedia di sekitar kita sangat kaya akan nutrisi, seperti ubi dan tanaman kelor," jelasnya. Pemerintah daerah juga saat ini aktif menjalankan program diversifikasi pangan dengan tujuan memperkenalkan masyarakat pada beragam jenis pangan lokal yang terdapat di wilayah tersebut. "Kami berharap program diversifikasi pangan ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Banyak pangan lokal, seperti ubi kayu, dapat diolah menjadi tepung untuk membuat kue tradisional," ungkap Yoke. Dalam upaya lebih lanjut untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal, dinas terkait juga melaksanakan program penanaman jagung di beberapa kecamatan di Kabupaten Sigi. "Tanaman jagung memiliki nilai strategis sebagai sumber karbohidrat dan dapat tumbuh dengan baik di daerah ini. Salah satu perannya adalah mendukung ketahanan pangan nasional," tutupnya. ANTARA